Konsep Kafe : NO GADGET ALLOWED

kafe no gadget

Sore hujan dingin, paling enak nongkrong di warung sambil ngopi. Sebatang udud tak lupa dinyalakan untuk teman memandang dan mendengarkan hujan. Lagi enak-enaknya ngelamun, tiba-tiba mata saya terpaku pada halaman depan sebuah koran. Bukan karena gambarnya Luna Maya atau Megan Fox, tapi gambar anak-anak muda ngumpul di kafe. Yak, gambar yang ada diatas itu. Apa ada yang aneh?


Ngga, sama sekali ngga aneh. Soalnya saya sendiri suka nangkring di kafe menghabiskan waktu berjam-jam menghadap secangkir kopi. Yang menggelitik saya di gambar itu adalah, anak-anak muda tadi memang ngumpul bareng teman-temannya di sebuah kafe, duduk mengelilingi meja. Akan tetapi pandangan mereka tidak tertuju ke satu sama lain, namun ke gadget masing-masing.

Nah loh!

Sudah banyak artikel yang membahas tentang gadget yang mencampuri urusan sosial-isme manusia. Banyak yang bilang jadi kaya orang anti sosial. Ada juga yang berpendapat, seolah fisiknya disini tapi jiwanya ditempat lain. Dan lain-lain banyaklah. Saya ngga mau repost bahas itu lagi. Soalnya kadang saya juga kaya gitu. Hehehe.

Sah-sah aja sih main gadget, tapi sayang momen-nya kalau menurut saya.

Ketika kita sudah bekerja, ritme hidup kita beda banget dibanding ketika masih sekolah. Kumpul dengan teman-teman terdekat jadi momen yang mahal sekali rasanya. Saat kuliah, di kelas kita ketemu teman-teman. Pulang kuliah bisa jalan bareng. Liburan bisa mbolang rame-rame. Saat kerja? Ngga ada lagi yang kaya gitu. Semua sibuk dengan pekerjaan, keluarga, lembur, hutang2, bahkan affairs😀

Meski kembali lagi ke jenis pekerjaan yang kita geluti sih. Tapi rata-rata itulah yang terjadi di banyak kantor tempat teman-teman saya bekerja.

Jadi rasanya sayang…seribu sayang, jika momen ditempat yang hangat, temaram, “cozy”, bersanding dengan teman-teman lama itu, dikorbankan untuk bergelut dengan benda datar kotak berlayar lebar dan menyala-nyala kadang memunculkan buny-bunyian abstrak yang disebut dengan “gadget”. Kapan lagi kita bisa kumpul bareng orang-orang kesayangan kita?

Oh iya sih, kita kan ngumpulnya di BBM Group, Twitter mentions, Facebook chat, Google Hangouts, Whatsapp, Line. What a great world we’re living at. Huft.

Nah…kira-kira gimana kalau kita bikin kafe dengan konsep NO GADGET ALLOWED?

Sosialita, setuju?😀

46724005

I'm a wanderer of the seven kingdoms.

Tagged with: , , ,
Posted in Sekitar Kita
24 comments on “Konsep Kafe : NO GADGET ALLOWED
  1. Pemandangan umum ya bila melihat orang2 berkumpul di cafe malah asik dgn gadgetnya masing2. Ada juga yg sendirian ke cafe, beli secangkir kopi dan menghabiskan berjam-jam untuk internetan pake wifi di cafe itu.
    Jadi menurut saya sih ganti saja istilahnya bukan cafe. Kan ngopi hanya jadi selingan saja, utamanya malah jadi internetan disana…
    Bingung juga ah Mas. Saya mau ke warkop saja deh. Pesen kopi dan rebus indomie telor…

  2. aqied says:

    Kalo lagi rame2 saya seringny gak tengok2 ponsel ya. Kalo lg ngopi sendiri sih iya. Hehehe
    Btw kafe2 skrg malah pd nyediain colokan. Di tempat saya sering nongkrong malah tiap meja dpt 4 colokan. Kebalikan bgt dr ide mas ridwan no gadget coffeeshop

    • xrismantos says:

      Iya, justru colokan dan wifi jadi daya tarik. Padahal itu bikin pengunjung betah dan ga ganti2. Pergantian pengunjung yang lambat otomatis menurunkan pendapatan lho #TeoriNgawur

  3. saya setuju dan sepakat sekali tuh.. walau ya saya sendiri pernah juga keknya pernah terpaku ma gadget dan saya merasakan betapa terbuangnya kesempatan ngobrol langsung… ada bedanyalah banget kalau ngobrol ketemu langsung…

  4. Kimi says:

    Setiap kali saya kumpul sama teman saya sebisa mungkin saya tidak sibuk dengan gadget saya. Sesekali ngecek okelah, siapa tahu ada yang penting. Tapi, kalau sepanjang kumpul2 sibuk dengan gadget ya lebih baik tidak usah kumpul. Ngobrol saja via messenger.😀

  5. lazione budy says:

    patut dicoba.
    back to basic.

  6. ira nuraini says:

    bukannya kafe2 sekarang justru dikasih fasilitas wifi…dan salah satu alasan mereka ke kafe ya itu dia memanfaatkan wifi gratis…🙂

  7. jampang says:

    intinya seh…. kalau lagi ngobrol atau ngumpul…. ya gadget dikantongin dulu😀

  8. Tri Wahyu says:

    Paradigma cafe di Indonesia secara pelan memang sedang mengarah sebagai tempat gadget/internet hotspot dan melupakan basic idea cafe sebagai tempat bersosialisasi dan study group.
    Sementara pengusaha indonesia masih kurang kreatif dalam melihat cafe market dan sering kali mencontoh cafe diluar negeri tanpa menangkap essensinya.
    Di jepang saat ini berkembang manga cafe, game cafe dan maid cafe dengan specific market.
    Di eropa sedang populer heritage/museum cafe, outdoor cafe.
    Sayang, jenis cafe ini tidak populer di Indonesia karena mind set pengusaha kita.

    • xrismantos says:

      Mungkin melihat pangsa pasar juga mas. Kebanyakan pelanggan kafe disini kan pelajar dan mahasiswa. Otomatis budget dan omzet ga sebesar diluar, akhirnya berpengaruh ke konsep kafe nya. Di indo juga banyak kafe yang bertema, tapi rata2 high-end. Dan jumlahnya ga banyak.

      • Tri Wahyu says:

        Di malang ada cafe populer bernama UNO Board Game Cafe. Konsepnya pengunjung bisa berjam-jam main catur, UNO card, kartu dan remi karena setiap mejanya didesain sebagai deck game. Untuk minuman dan makanan juga budget mahasiswa.

        Heran, jenis cafe ini masih belum ada di Jakarta atau Bandung.

        https://twitter.com/UNO_GameCafe

  9. lindaleenk says:

    Terkadang ada orang yg justru ke cafe untuk kerja sih, jadi kalau no gadget ya ga mungkin ya.
    btw tolong jangan gunakan kata autis, hormati mereka yg punya perbedaan itu.🙂

    • xrismantos says:

      Nah kafe untuk kerja ini beda lagi konsepnya mungkin ya, suasana harus dibikin setenang dan senyaman mungkin.

      Udah saya edit mbak, makasih masukannya🙂

  10. ronal says:

    setuju Mas…kadang sudah sibuk seharian..masa iya ketika ada waktu ngumpul dengan teman atau keluarga dihabiskan dengan gadget juga hehee…

    • xrismantos says:

      Tapi baru kepikiran juga, gadget penting juga masuk kafe. Biasanya buat update status “at blablabla cafe”, sambil ngefoto makanan/minumannya. Viral advertising😀

  11. Shinta says:

    Suka artikelnya… Ko hmpir sama ya mas pmikirannya,hee.. Saya jga kpikiran tuh bwt cafe/tmpat yg no gadget sma skali,stlah kmren sya kumpul/reunian m tmn”saya,bknnya ngbrol/crita”mlh sbuk m gadgetnya msing”,bette jg bwt org”yg mlh bngong ajj&serasa d kacangin..:-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome!
Hi! My name is Ridwan. This is my blog, I hope you enjoy it. You can also find me there:



Use Google Chrome
Community




Tugupahlawan - Komunitas Blogger Surabaya

Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang
Archives
Follow Xrismantos on WordPress.com
%d bloggers like this: