Genderang Buat Korban Abu Kelud

dfdfdfdf

Gara-gara abu Kelud, perempatan-perempatan di kota Malang kini dijadikan tempat “ngamen” dengan embel-embel “Bantuan korban bencana Gunung Kelud”. Cara ngamennya agak beda, yaitu dengan menabuh genderang dibawah tiang lampu merah. Glodak glodak cracak cracak cess cess. Begitu kira-kira suaranya kalo dikonversi ke tulisan. Ngga tanggung-tanggung, para penabuh genderang ini melakukan aksinya hampir non-stop sepanjang hari. Yang jadi pertanyaan, benarkah mereka menyalurkan sumbangan?

Ini cerita teman saya, katanya dulu adiknya pernah ikut gerakan semacam itu. Dia lupa pada saat bencana apa. Dan katanya sih, uang yang berhasil mereka kumpulkan itu benar-benar disumbangkan semuanya, ya, semuanya. Imbuhnya lagi, mereka sebenernya seneng acara kumpul-kumpulnya aja, ngga minat ngorek uangnya buat dikantongin sendiri. Benar atau tidak who knows ya.

Anyway, penabuh genderang yang awalnya cuma di satu tempat aja, sekarang mulai berkembang menjadi di beberapa persimpangan jalan besar. Awalnya hanya di perempatan baru di Jalan Sukarno Hatta. Namun ketika saya tadi sore lewat daerah Jalan Ciliwung dan Sulfat, ada dua persimpangan yang dihuni oleh para penabuh itu.

Penampilan mereka agak beda juga dari pengumpul sumbangan yang biasanya kaya anak kuliahan. Mereka kebanyakan berdandan ala supporter AREMA, lengkap dengan kaus seragam klub bola Arema dan pernak-perniknya macam syal, topi, kerpus, dan sebagainya. Genderang yang mereka pukul juga kaya yang pada dibawa di acara pertandingan bola. Overall, lebih mirip supporter sepak bola dibanding penghimpun sumbangan.

Memang ada dari manajemen resmi klub Arema tentang penggalangan dana untuk korban bencana gunung Kelud dan Sinabung. Ada kantor sekretariatnya di jalan Kertanegara. Apakah penabuh-penabuh genderang semuanya termasuk dibawah komando mereka? Seharusnya iya.

Apakah dengan begitu bisa kita cap bahwa sumbangan korban bencana itu modus belaka? Mungkin secara penampilan dan tingkah laku yaa…ngga banget sih. Tapi hati manusia siapa yang tahu? Don’t judge a cover by its book! Eh…kebalik ya wkwkwk. Siapa tau mereka memang punya niat yang mulia?

Yang saya tahu sih, meminta sumbangan biarpun cuma di jalan-jalan kaya gitu itu ada izinnya di kepolisian setempat. Lebih tepatnya ada di UU no9 Tahun 1961 dan Peraturan Pemerintah No29 tentang Pelaksanaan Pengumpulan Sumbangan. Mungkin juga izin itu udah mereka kantongin yah.

Ngga masalah sih, itu hak mereka dan urusan dengan Tuhan mereka. Yang jelas kini tiap berhenti di perempatan, suara kracak-kracak-glodhak-glodhak itu sudah mulai terasa mengganggu…

Gimana nih bu polwan? Jangan narsis terus donkkk :D

Gimana nih bu polwan? Jangan narsis terus donkkk😀

I'm a wanderer of the seven kingdoms.

Tagged with: , , , ,
Posted in Catatan Kecil, Sekitar Kita
13 comments on “Genderang Buat Korban Abu Kelud
  1. Dyah Sujiati says:

    Yo berarti iku jenenge masalah

  2. jampang says:

    kirain yang nabuh genderang ibu-ibu eh…. mbak-mbak polwan itu😀

    semoga aja para pengumpul dana bantuan itu amanah

  3. Iya, saya suka lihat juga pencari sumbangan seperti yg Mas bilang disini. Sering bertanya-tanya juga, bener gak uang yg terkumpul memang untuk disumbangkan atau gak? Moga-moga saja bener unt disumbangkan.
    Nah Mas, itu foto polwan semacam bonus ya unt pembaca posting ini? Suwer Mas, nih mata jadi sueger banget…🙂

  4. misbachudin says:

    Saya juga sempat meragukan keberadaan mereka akhir2 ini. Kadang terjadi tarik ulur dalam hati ketika ingin memberikan sumbangan. So, kembali kepada masing2 pribadi mas, jika niat mereka tulus pasti berbuah kebaikan.

  5. Benar atau tidak hanya Allah yg tahu….

  6. lazione budy says:

    yg nabuh para polwan itu, mau saya nonton bahkan kalau pakai tiket sekalian, haha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome!
Hi! My name is Ridwan. This is my blog, I hope you enjoy it. You can also find me there:



Use Google Chrome
Community




Tugupahlawan - Komunitas Blogger Surabaya

Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang
Archives
Follow Xrismantos on WordPress.com
%d bloggers like this: