Amazon yang Sok Tau

amazon-co-jp-ore-no-imouto-ga-konna-ni-kawaii-wake-ga-nai-35178449-1280-720

Pernah belanja di Amazon.com? Atau situs-situs belanja online lainnya? Kalau pernah, coba amati. Ketika anda melihat sebuah produk yang dijual, ada daftar barang-barang terakhir yang anda lihat dan rekomendasi barang lain yang biasanya berkaitan. Pernah ngga bertanya-tanya, bagaimana caranya Amazon bisa ngasih rekomendasi seperti itu? Sok tau banget sih Amazon ini.

Misal, anda sering browsing gadget. Tiba-tiba aja muncul rekomendasi gadget merek lain beserta aksesorinya. Bahkan halaman pertama amazon.com langsung ter-kustomisasi dengan menampilkan barang-barang yang anda minati.

Halaman depan Amazon gara2 sering browsing Mitsubishi Lancer Evo

Halaman depan Amazon gara2 sering browsing Mitsubishi Lancer Evo

Tentu ngga mungkin kalau pegawai Amazon yang melakukannya karena pelanggan Amazon ini jumlahnya ratusan ribu. Pasti semuanya dilakukan secara sotomatis oleh komputer. Lalu kira-kira gimana ya metode otomatisnya kok bisa seperti itu? Jawabannya adalah, DATA MINING. Bah…makanan apa pula ini?

Data Mining adalah metode penggalian data. Data kok digali? Yang bener aja…niat ngga sih ngasih tau? Lah…memang seperti itu metodenya😀 Gampangnya, metode ini bertujuan mengkategorikan data berdasarkan kriteria-kriteria yang sudah ditentukan sebelumnya.

Yang jadi masalah adalah, data ini susunannya masih amburadul karena didapatkan dari berbagai sumber. Mirip seperti seorang ahli pemasaran melakukan analisa pasar berdasarkan data dari berbagai sumber. Survei, koran, berita, laporan penjualan, dan sebagainya, namun bedanya dilakukan sepenuhnya oleh komputer.

Ketika anda menginjakkan browser anda di situs Amazon, mulai detik itulah Amazon memonitor dan mengawasi anda. Mulai dari barang apa saja yang anda lihat, barang apa yang anda baca reviewnya, barang yang anda beli, atau yang anda kasih rating, bahkan berapa lama anda memelototi suatu barang pun tercatat. Didapatlah data “kebiasaan” anda yang disimpan di database Amazon.

Dari data kebiasaan itu kemudian program data mining yang ada di server Amazon akan mulai bekerja. Dimulai dengan membaca data anda baris demi baris secara acak. Dicocokkan kriteria-kriteria dan variabelnya kemudian ditandai. Dari pembacaan tahap pertama ini Amazon mulai mencoba menebak minat anda, apakah anda banyak melihat barang2 elektronik atau peralatan dapur.

Belum selesai sampai situ. Data yang tercatat sekarang bisa jadi berbeda dengan besok, karena mungkin sekarang anda browsing barang2 elektronik tapi besoknya browsing alat berkebun. Oleh karena itu pembacaan data akan diulangi lagi, variabel-variabelnya diubah lagi sesuai dengan perubahan data yang anda lakukan. Begitu seterusnya hingga terkumpul sekian variabel yang kemudian dianalisa lagi dengan metode statistika yang njelimet.

Pembacaan ini dilakukan berulang-ulang, sehingga semakin sering anda belanja di Amazon, semakin keliatan daleman anda, ehh maksudnya minat anda. Jangan terkejut kalau sekarang anda beli wajan teflon dan kompor, tiba2 ada tawaran panci presto.

Teknik yang sama juga digunakan Google dalam menampilkan iklan yang sesuai dengan kebiasaan browsing kita. Bahkan hasil pencarian pun diurutkan berdasarkan “minat” kita. Jadi hasil pencarian yang kita lakukan bisa jadi berbeda dengan teman kita, padahal kata kuncinya sama.

Nah begitulah bagaimana data mining bisa mengubah pengalaman kita dalam ber-internet. Memang, data privasi diri kita sekarang seolah sudah bukan barang mahal lagi. Apalagi buat kita2 yang eksis di dunia per-blogging-an dan social media lainnya. Maka dari itu, berhati-hatilah! Kata bang napi, kejahatan muncul bukan hanya karena niat pelakunya, namun juga KESEMPATAN. Muahahahaha. #ralat : bang napi ga pake ketawa kaya gini😀

I'm a wanderer of the seven kingdoms.

Tagged with: , , ,
Posted in Sains Populer, Teknologi
6 comments on “Amazon yang Sok Tau
  1. jampang says:

    waspadalah…. waspadalah!

    *cuma nambahin omongannya bang napi*

    enggak pernah buka amazon😀
    pernah kali mungkin sekali dua-kali, makanya lupa

  2. Dyah Sujiati says:

    Wah keren banget. Nice info, Sir! Jadi pengen belajar pemrograman lagi T.T

    Betewe, tfs.
    Padahal tadi awalnya tak kira mau nulis tentang hutan Amazon😀

  3. misbachudin says:

    kirain ada anakonda yang diceritakan dalam tulisan ini,
    maturnuwun infonya mas tentang Data Mining .. sip.

  4. enha says:

    pantes saja, kalo ane gugling pake lepi sama gugling pake komputer temen, hasilnya bisa beda.
    ternyata, mereka merekam kegiatan para netter. Hiiy serem. >,<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome!
Hi! My name is Ridwan. This is my blog, I hope you enjoy it. You can also find me there:



Use Google Chrome
Community




Tugupahlawan - Komunitas Blogger Surabaya

Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang
Archives
Follow Xrismantos on WordPress.com
%d bloggers like this: