Benarkah Sampah Biang Keladi Banjir?

fllood06

Mungkin karena Jakarta adalah ibukota, maka tema banjir sekarang lagi jadi topik hangat. Coba kalau Malang yang banjir, pasti ga ada suaranya. Hehehe… Nah orang sering mengaitkan banjir dengan budaya buang sampah sembarangan. Namun…benarkah sampah jadi satu-satunya penanggung-jawab datangnya banjir?

Barangkali kita perlu menilik tetangga-tetangga kita yang *kayaknya* punya rumput lebih hijau. Di kota-kota besar kebanyakan negara maju, pembangunan tidak hanya terjadi di permukaan tanah saja. Di bawah, terbangun saluran-saluran drainase yang super duper megah sekali banget, ngga kalah sama gedung-gedung dan jalan tol-nya. Padahal disana notabene penduduknya patuh pada sampah. Maksudnya, ga buang sampah sembarangan.

Logikanya, kalau sampah adalah satu-satunya biang keladi banjir, maka buat apa ada gorong-gorong yang super megah (sampai-sampai jadi inspirasi cerita Kura-Kura Ninja yang markasnya ada di got bawah tanah)? Padahal, di permukaan sudah lumayan bersih dari sampah?

Maka pasti ada alasan kenapa saluran drainase itu dibangun. Mungkin, meskipun tidak ada polusi sampah di permukaan, banjir akan tetap terjadi karena semakin padatnya kota dan berkurangnya daerah resapan air. Mungkin itulah yang sekarang diderita oleh ibu kota kesayangan kita ini. Jakarta mau jadi kota bawah laut, Atlantis kedua. Hussshhhh!! Jakarta butuh master plan pembangunan sistem drainase mutakhir!

Tidak bisa lagi mengandalkan got dan sungai untuk menyalurkan air. Atau rekayasa cuaca yang efek sampingnya ga bisa diprediksi. Apalagi pompa air yang katanya di iklan “semprotannya dahsyat” itu😀 Meski suatu saat nanti Jakarta steril dari sampah, ngga menjamin bahwa banjir tidak terjadi lagi. Jakarta butuh ahli-ahli sistem pengairan modern yang rela lembur malam merancang sistem gorong-gorong canggih. Bukan cuma ahli pencitraan, bung!

Coba tengok Tokyo. Kota terpadat di Jepang itu punya gorong-gorong terbesar di dunia. Bayangkan, tinggi dan luasnya ngalah-ngalahin luasnya lobby mall ataupun gedung olahraga manapun. Di New York terdapat sistem gorong-gorong terkompleks di dunia yang terdiri dari terowongan super mbulet, aquaducts dan reservoir. Kalo di film-film tuh sewer ini udah kaya labirin horror gitu. Hongkong punya 1.660 kilometer gorong-gorong dan 290 stasiun pemompa. Banyak ya.

Gorong-gorong di Tokyo yang impossibru!!

Gorong-gorong di Tokyo yang impossibru!!

Sewer di New York yang rumit, melankolis, semi horror


Sewer di New York yang rumit dan semi-semi horror
Sewer di New York yang rumit, melankolis, semi horror

Pusat pengendali saluran air di Hongkong

Pusat pengendali saluran air di Hongkong

Tentu masih jauh rasanya kalau kita bermimpi bisa punya saluran drainase canggih macam kota-kota besar itu. Ya, sampai saat ini, sampah masih jadi tokoh favorit pengundang banjir, setidaknya di Indonesia. Namun dalam skala yang lebih besar, ngga bisa kalau cuman membereskan sampah aja. Sudah saatnya sistem drainase di Jakarta dirancang ulang secara menyeluruh. Berkaca pada kota2 besar dunia, dirombak total dengan perhitungan yang akurat. Seakurat dan setajam pisau cukur, eh…pisau silet…atau pisau bedah? Mmm…ada lagi ngga yang lebih tajam?

I'm a wanderer of the seven kingdoms.

Tagged with: , , , , , ,
Posted in Sains Populer, Sekitar Kita
10 comments on “Benarkah Sampah Biang Keladi Banjir?
  1. kaprilyanto says:

    Penyebabnya yang buang sampah🙂

  2. jampang says:

    banyak sebab kalau mau dicari2…. tapi seringnya begitu ketemu penyebabnya, tetap aja solusinya nggak dijalanin

    • xrismantos says:

      Begitulah… Mungkin pas nyari2 penyebab banjir itu pas lagi musim hujan, begitu ketemu sebabnya, udah ganti musim kemarau. Ga banjir lagi deh. Lupa deh….hahahaha…

  3. Luar biasa itu gorong-gorong, server dan pusat pengendali banjir. Layak kota-kota itu dipandang sbg kota modern.
    Jakarta? Hehehe… Konon bendungan Katulampa yg vital itu masih buatan Belanda zaman bahehla. Keasyikan bikin mall, perumahan mewah. Infrastruktur? Ah siapa yg urus. Yg diributkan selalu banjirnya saja ya Mas…

  4. aqied says:

    Kadang tu gak tega sih kalo baca komen2 di portal berita yg nyalah2in korban banjirnya. katanya mereka aja yg pd nyampah gak bener jd kalo skrg jd korban banjir mah derita loe.
    kira2 kalo org2 yg komen gitu yg jd korban banjir trus digoblok2in gimana perasaannya ya?

  5. jejesjeje says:

    yang salah itu hujannya.. kenapa turun terus?
    muahahahaha😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome!
Hi! My name is Ridwan. This is my blog, I hope you enjoy it. You can also find me there:



Use Google Chrome
Community




Tugupahlawan - Komunitas Blogger Surabaya

Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang
Archives
Follow Xrismantos on WordPress.com
%d bloggers like this: