Seni Mengajak

Saya ini udah gede, ngga butuh nasihat kamu! Pasti itu yang spontan lewat di benak kita ketika mendengar suatu “nasihat”. Jujur aja deh, ya kan?πŸ˜€ Meskipun sesaat kemudian kedewasaan kita mengkoreksi pikiran itu dan menerimanya, kalau memang “nasihat” itu benar dan masuk akal.

Wajar. Sifat alami manusia selalu ingin merasa benar. Sifat ini membuat orang keras kepala dan susah menerima kritik atau ajakan. Apalagi kalau berasal dari seseorang yang sejajar dengan kita.

Nah, ajakan kita bisa diterima bisa tidak tergantung bagaimana penyampaiannya. Bahkan ajakan yang paling kontroversial sekalipun. Mengutip gaya marketing yang selalu menggembar-gemborkan kelebihan barang dagangannya, cara yang sama bisa kita terapkan dalam hal “mengajak orang”. How?

Contoh sederhana, ketika orang tua ingin mengajak anak untuk sarapan pagi. Orang tua akan berkata :
“Jangan lupa makan pagi nak, kalau ngga nanti perutmu sakit, badanmu juga lemes”.

Oops, apa yang terjadi? Kata-kata yang sarat dengan konotasi negatif. Anak akan menuruti nasihat itu karena takut. Takut perutnya sakit dan badannya lemes. Ditambah lagi ekspresi orang tuanya saat ngomong itu pasti dengan cemberut, tambah lagi anak takut dimarahi.

Bandingkan dengan metode kedua :
“Makan pagi ya nak, biar sehat dan badannya seger”

Mana yang lebih enak didengar? Kalau saya jadi anak kecil, pasti lebih seneng dengar yang kedua. Ajakan yang kedua lebih menonjolkan sisi positif. Dengan begitu anak pun kemungkinan besar akan menuruti dengan senang hati.

Sering kita tidak sadar, kita punya maksud baik yaitu mengajak seseorang untuk melakukan hal baik. Tapi sayangnya dengan cara menonjolkan efek negatif kalau ajakan itu tidak dilakukan. Biarpun kita punya kekuasaan atau kedudukan misalnya, ajakan kita mungkin akan diikuti, tapi atas dasar rasa takut. Kita pun jadi orang yang ditakuti, bukan dihormati.

Makanya biasanya kepada mahasiswa saya, alih-alih bilang :
“Belajarlah menguasai satu saja bahasa pemrograman, karena percuma kamu masuk jurusan IT kalau tidak bisa memprogram, mau kerja apa kamu besok?”

Saya lebih suka bilang :
“Belajarlah menguasai satu saja bahasa pemrograman, dengan itu kamu akan mudah menguasai bahasa yang lain. Kamu juga bisa menghasilkan karya-karya hebat besok. Kamu akan dicari perusahaan-perusahaan besar karena skill dan kemampuanmu. Dan karena kamu pinter, siapa tau kamu punya secret admirer?πŸ˜€ “

I'm a wanderer of the seven kingdoms.

Tagged with: ,
Posted in Sekitar Kita
4 comments on “Seni Mengajak
  1. jejesjeje says:

    hihihihi, kayaknya cocok banget nih buat yang mau bisnis MLM.. muahahahha

  2. faziazen says:

    ngerayu nih ceritanya
    btw bahasa pemograman tu kayak coding, css, dll ya? maap kalo salah
    soalnya buta masalah ginian, susye,hehehhe
    btw sama sama arema nich, sasaji

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome!
Hi! My name is Ridwan. This is my blog, I hope you enjoy it. You can also find me there:



Use Google Chrome
Community




Tugupahlawan - Komunitas Blogger Surabaya

Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang
Archives
Follow Xrismantos on WordPress.com
%d bloggers like this: