Bikin “kerepotan” biar ga macet

Macet? Sudah biasa tuh. Mungkin itu jawaban orang Indonesia kalau ditanya tentang macet. Salah satu penyebab macet adalah meningkatnya jumlah kendaraan pribadi. Berbagai solusi sudah dipraktekkan pemerintah kita untuk mengatasi permasalahan yang satu ini. Tentu saja solusi yang masuk akal buat kondisi dompet negara yang, well, tau sendirilah gimana kondisinya.

Setuju ngga kalau saya katakan bahwa, kebanyakan dari solusi-solusi itu sifatnya adalah materi, seperti memperluas jalan, memperbaiki transportasi umum (meski belum maksimal) dan sebagainya? Juga solusi yang sifatnya “menyuruh” atau “menghimbau” atau apalah istilahnya, seperti menghimbau agar memanfaatkan fasilitas umum, menyuruh untuk mengisi muatan mobil minimal 3 orang, dan sebagainya? Terbukti, solusi-solusi itu ngga mempan sama sekali. Lalu harus bagaimana lagi?

Kenapa tidak menggunakan pendekatan psikologis?πŸ™‚

Salah satu sifat alami manusia :

Manusia cenderung menolak ketika diperintah, dan mencari jalan lain ketika dihambat. Seperti anak kecil yang menangis ketika dilarang ini-itu atau malah berontak ketika dimarahin.

Manusia secara psikologis pada dasarnya adalah, tidak mau repot. Ketika ada suatu hal yang ingin dia lakukan dan ternyata merepotkan, maka manusia cenderung malas melakukannya dan mencari alternatif lain.

Nah kenapa ngga memanfaatkan kelemahan ini untuk menghambat pertumbuhan kendaraan pribadi?πŸ˜€

Ini terpikir ketika saya di Jepang. Disana untuk memiliki kendaraan pribadi sangat banyak hal yang harus dipertimbangkan. Tidak sekedar punya duit seperti di Indonesia. Inilah beberapa poin yang meskipun sepele tapi cukup “merepotkan” hingga orang berpikir berkali2 sebelum beli mobil (atau motor) :

Pertama, ongkos parkir mahal. Parkiran di kota-kota besar bisa sampai ratusan yen tiap jam-nya. Bayangkan dengan kurs 100 yen = 10.000 rupiah, misal kita nge-mall, nonton + makan malam, total 4 jam misal, hitung sendiri lah berapa kocek yang musti kita rogoh

Kedua, sulitnya mendapatkan lisensi mengemudi. Yang jelas jauh lebih sulit daripada di Indonesia. Dan tidak ada “calo” yang dengan baik hati bersedia membantu kitaπŸ˜€

Ketiga, mobil disana dibedakan kelasnya, mobil berkapasitas mesin kecil dan besar, dibedakan dari warna plat nomornya. Mobil kecil warna kuning dan besar warna putih. Mobil kecil bayar pajak lebih murah. Secara ngga langsung bikin orang mikir dua kali, ada satu variabel tambahan yang harus dipikirkan sebelum beli mobil.

Keempat, semakin tua umur mobil, semakin besar biaya maintenance tahunannya. Disana ada semacam uji kelayakan tiap 2 tahun. Biaya uji ini makin mahal seiring dengan umur mobil. Bikin orang lagi-lagi mikir mau beli mobil sebagai investasi jangka panjang.

Dan kelima, meski orang Jepang kaya-kaya, tapi bagi mereka harga mobil itu sangat amat mahal. Padahal dengan uang 200.000 JPY (setara Rp 20jutaan) kita bisa dapet mobil kecil sekelas Karimun atau Ceria. Mungkin bagi mereka, uang segitu terlalu banyak kalo cuma buat beli mobil.

Lima hal diatas tiada lain bisa membuat beban pikir pemilik (atau calon pemilik) mobil bertambah. Dengan kata lain, bikin repot. Meski memang sebenarnya ya ngga repot-repot banget (apalagi kalo punya duit melimpah).

Tapi kalau kerepotan-kerepotan itu diakumulasikan, belum lagi rutinitas standar pemilik kendaraan bermotor yang juga biasa ditemui di Indonesia, belum juga harus mikir yang lain-lainnya, maka kerepotan itu sedikit banyak akan mempengaruhi psikologis dan jalan pikir orang-orangnya dalam mengambil keputusan untuk menggunakan kendaraan pribadi. Nah, patutkah dicoba di Indonesia?πŸ˜€

Picture courtesy of http://aktualnews.com

I'm a wanderer of the seven kingdoms.

Tagged with: , , ,
Posted in Sekitar Kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome!
Hi! My name is Ridwan. This is my blog, I hope you enjoy it. You can also find me there:



Use Google Chrome
Community




Tugupahlawan - Komunitas Blogger Surabaya

Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang
Archives
Follow Xrismantos on WordPress.com
%d bloggers like this: