Bukan insomnia, tapi kebiasaan yang salah

Beberapa waktu terakhir ini hidup saya benar-benar seperti kelelawar. Tidur pagi dan baru bangun saat matahari sudah di tengah ubun-ubun kepala. Well untungnya tidak benar-benar di ubun-ubun karena kamar saya masih punya atap dan genting diatasnya. Sedangkan malam harinya, nonstop terjaga.

Pastinya ngga cuman saya saja yang mengalami hal serupa. Tapi belakangan ini sepertinya sudah terlalu parah. Normalnya –meskipun sebenernya ngga bisa dibilang normal juga– sekitar jam 3-4an pagi, mata udah ngajak pergi ke dunia mimpi, dan dengan sedikit usaha memejamkannya maka kesadaran saya sudah terbang meninggalkan dunia nyata.

Namun sekarang, sang kesadaran memang tidak di dunia nyata, tapi hijrah ke dunia maya. Bahkan sampai subuh berlalu, sekitar jam 5-6an barulah saya bisa meninggalkan dunia nyata maupun maya.

Ini memang bukan karena insomnia. Insomnia bikin orang susah tidur, ngga siang maupun malam. Ini memang gara-gara kebiasaan yang salah. Benar-benar salah.

Bolehlah kalau dibilang mencari kambing hitam, tapi saya akui, semua ini gara-gara ngga ada jam ngajar satu SKS pun di semester ini. Gara-gara kepergian saya ke Jepang selama 3 bulan kemarin (Januari-Maret) dan sepulangnya ke Indonesia periode semester ganjil sudah dimulai. Otomatis kelas yang saya pegang dilimpahkan ke dosen lain.

Gara-gara itu, hari-hari rasanya berlangsung tanpa beban. Rasanya tidak ada satupun kewajiban yang menghantui. Malam pun bisa begadang sesukanya. Apalagi saat itu saya lagi sibuk2nya ngerjain tesis. Rasanya nyaman sekali kerja di waktu malam dan baru tidur saat menjelang pagi. Kebiasaan itu terbawa sampai sekarang, bahkan ketika kesibukan bermesraan dengan tesis sudah rampung. Justru karena sudah selesai itulah, rasanya hidup ini benar-benar lepas, plong, sebebas-bebasnya. I FEEL INCREDIBLY FREE. Dan akhirnya membuat saya lepas kontrol.

Baiklah. Ini harus dihentikan secepatnya. Sampai kapan mau jadi kelelawar terus? Semester baru akan segera dimulai, back to the class, back to work, kembali memenuhi kewajiban sebagai “penyanyi” yang manggung didepan kelas. Tentunya ngga lucu kalau sampai ketiduran pas ngajar. Masa mahasiswa ga boleh tidur di kelas, tapi dosennya malah ngorok sambil pegang boardmarker? Bisa-bisa saya buka kelas tidur nanti, mahasiswa saya suruh bawa matras dan bantal serta rekaman kisah-kisah penghantar tidur. Kayanya bakal laris nih😀

I'm a wanderer of the seven kingdoms.

Tagged with: , ,
Posted in Catatan Kecil
6 comments on “Bukan insomnia, tapi kebiasaan yang salah
  1. gadgetboi says:

    semester depan ngajar di kelas (tengah) malam aja mas😆

  2. noni fyrdha says:

    haha.. ada ada aja pak dosen..🙂
    fyrdha doain gak naik pangkat jadi dosen untuk kelas tidur aja lah, tapi kelas ngorok berjamaah. haha😀

    salam cantik dr surabaya🙂

  3. Irfan Handi says:

    Salam kenal pak dosen….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome!
Hi! My name is Ridwan. This is my blog, I hope you enjoy it. You can also find me there:



Use Google Chrome
Community




Tugupahlawan - Komunitas Blogger Surabaya

Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang
Archives
Follow Xrismantos on WordPress.com
%d bloggers like this: