Nonton film versi bajakannya bajakan

Astaga. Cuma itu kata yang terbersit di kepala tiap kali mendapati keping-keping DVD film bajakan atau film hasil download yang kualitasnya ecek-ecek. Kerugian dari beredarnya film-film ini dari sisi produser mungkin sudah jelas diketahui, namun bagaimana tentang kerugian dari sisi penonton? Dari segi apresiasi? Banyakkah yang sadar?

Oke mari kita bahas dulu penyakit yang sering muncul dari barang-barang bajakan ini. Penyakit yang tentunya tak terhindarkan adalah : kualitas. Baik dari segi kualitas gambar ataupun suara. Banyak pengedar DVD bajakan atau situs penyedia download film yang mengambil sumber dari pembajak di luar sana. Kadang ada yang hasil rekaman handycam yang diambil dari kursi penonton, biasanya gambarnya gelap, goyang dan sesekali ada bayangan orang melintas. Atau hasil ripping DVD orisinil dengan kualitas encoding seadanya. Ehm, sudah bajakan, dibajak pula.

Alhasil, sering terdengar percakapan seperti ini :

Gimana film X ini menurutmu? Biasa aja. Nonton dimana? Di XXI, 3D lagi. Sebelumnya pernah nonton? Pernah, tapi gambarnya jelek, maklum versi bajakan. Well, kasian deh lu.

Selain kualitas gambar dan suara, penyakit lain yang tak kalah merepotkan adalah : subtitle. Terutama subtitle bahasa Indonesia yang kebanyakan ngawur terjemahannya –karena memang hasil google translate–. Gara-gara ini, banyak detail cerita yang terlewatkan, apalagi film-film yang memiliki jalan cerita yang dalam, yang banyak mengandung intrik dan konspirasi. Akhirnya yang ketauan cuma jalan cerita secara garis besarnya saja.

Tak ayal, dari hadirnya penyakit-penyakit tersebut, apresiasi terhadap suatu tontonan pun menurun drastis. Film yang sebenarnya bagus jadi dinilai seadanya.

Dengan kenyataan parah seperti ini, masih banyak saja yang beli dan nonton film versi bajakan yang asal-asalan, berkualitas antah berantah. Memang, dengan Rp 10.000 untuk sekeping dvd film bajakan, atau gratis kalau download dari internet, kita sudah bisa nonton film terbaru yang bahkan belum tayang di bioskop. Namun betapa ruginya membelanjakan uang yang tak seberapa tersebut –dan waktu yang terbuang untuk menonton– kalau dibandingkan dengan kepuasan yang didapat dengan menonton lewat DVD orisinil atau nonton di XXI atau 21 Cineplex, atau nonton film downlodan tapi yang berkualitas.

Mungkin tujuan awalnya sekedar mengobati penasaran pengen tau film terbaru secepatnya. Toh nanti kalau sudah tayang di bioskop bisa nonton lagi. Tapi ibarat malam pertama pengantin baru (lho ngapain ya pake analogi malam pertama segala😀😀), beda sensasinya saat pertama kali merasakan dibandingkan dengan yang kedua atau ketiga kalinya. Apalagi kalau kesan pertama didapat dari menonton versi bajakan yang kualitasnya parah, semakin buruklah penilaian terhadap film bersangkutan. Bahkan meskipun ratingnya di IMDB atau RottenTomatoes adalah 11 dari 10, tetap saja menurut sang penonton versi bajakan adalah biasa saja. Dengan begitu hilanglah kenikmatan malam pertama, hilanglah kesempatan mengapresiasi sebuah karya seni motion picture secara utuh.

Begitulah, apresiasi adalah salah satu cara untuk menikmati hasil karya seni. Film dibuat untuk dinikmati. Apresiasi yang utuh yang berujung pada kenikmatan yang seharusnya didapat adalah hak penikmat film. Jangan biarkan hak yang satu ini terenggut oleh adanya rilis-rilis tak bermutu. Setidaknya, meski beli DVD bajakan atau download dari internet, pilihlah yang berkualitas.

*Picture taken from http://www.bildschirmarbeiter.com

I'm a wanderer of the seven kingdoms.

Tagged with: , , ,
Posted in Sekitar Kita, Teknologi
8 comments on “Nonton film versi bajakannya bajakan
  1. rianadhivira says:

    hahaha saya jadi merasa tersindir *ngacir *malu

  2. jejesjeje says:

    numpang ngasih info buat yang pengen donlot film tapi bingung mana kualitas film yang bagus :3
    http://jejesjeje.wordpress.com/2011/06/04/jenis-jenis-kualitas-gambar-film/

  3. abalaboy says:

    jujur .
    ane milih nonton di bioskop .selain menghargai si pembuat film dan tentunya ada kepuasan tersendiri . .
    kalau pun ane nonton dirumah tapi ga beli .
    biasanya ane minjem di rental2 yang terpercaya. so cdnya tetap asli dan kualitas sempurna

  4. gadgetboi says:

    kalau saya sebagai moviegoer sejati selalu mementingkan kualitas mas:mrgreen: selalu sabar menanti di vcd rental kalau (misalnya) enggak sempet (Atau enggak ada uang) untuk ke bioskop. prinsip saya menunggu untuk kualitas yang baik lebih baik daripada menonton dvd bajakan dengan kualitas buruk. sayangnya VCD rental di indonesia pun lagi lesu. distributor sedang malas atau bagaimana, sehingga pasokan film baru lumayan sepi …😦
    saya pun sekarang jadi hanya bisa menunggu … menunggu ada yang ngasih donlotan kulitas blueray hahahaha

    • xrismantos says:

      saya udah berapa tahun ya gak pernah nyewa di rentalan…mungkin gara2 peraturan bea cukai untuk import film kemarin itu jadinya distributor dvd ikut kena imbas juga…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome!
Hi! My name is Ridwan. This is my blog, I hope you enjoy it. You can also find me there:



Use Google Chrome
Community




Tugupahlawan - Komunitas Blogger Surabaya

Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang
Archives
Follow Xrismantos on WordPress.com
%d bloggers like this: