Apa bedanya tukang parkir dan pengemis

Tukang parkir yang kerjaannya ngga jauh beda kaya pengemis : duduk, ngrokok, kalau ada yang datang tinggal tiup peluit, baru berdiri kalo ada yang mau pergi, sambil mengulungkan tangan kanan tanda minta uang seribuan (kalau motor; kalau mobil dua ribuan, malah bisa lebih). Itulah gambaran umum tukang parkir “non formal”, alias tukang parkir yang eksis di parkiran2 pinggir jalan, toko, cafe, dan sebagainya. Lalu apa toh fungsi dan peran dari tukang parkir macam ini?

Kadang ada bagusnya juga, meski hanya ke efek psikologis. Contohnya saat meninggalkan kendaraan kita untuk waktu yang relatif agak lama, maka setidaknya ada yang “ngeliatin”. Meski bukan “ngawasin” karena dua kata ini memiliki arti yang jauh berbeda. Berani taruhan tukang parkir seperti itu hanya “ngeliatin” dan bukan “ngawasin”. Kalau ada kehilangan atau kerusakan ngga mungkin mereka mau bertanggung jawab. Tapi lumayanlah meski sekedar diliatin (atau kadang cuma sekedar ditungguin) setidaknya curanmor masih mikir 1,5x buat beraksi, dibanding yang ga ada tukang parkirnya sama sekali.

Nah bagaimana kalau tukang parkir yang tanpa punya malu ngeksis di tempat yang sudah ada tulisannya gede “BEBAS PARKIR”.

Contohnya di mini market yang sekarang lagi menjamur. Nah ini yang kebangetan. Jangan2 si tukang parkir itu buta huruf ya? Tapi itu juga dilemma buat pemilik tempat usaha. Kalau mereka ngga pengen disatroni tukang2 parkir itu, pastilah harus berhadapan dengan preman2 setempat, bayar upeti misalnya.

Sebenarnya bukannya sayang buat keluar duit seribu-dua ribu buat mereka itu, asal kerjanya memang beneran. Misalnya bantu menyeberang mobil yang mau putar balik, atau bantu mencarikan tempat kosong. Pernah saya alami, waktu itu parkiran mobil penuh banget, sampai keringetan saya maju mundur toleh kanan-kiri nyari tempat. Lama akhirnya saya baru dapat tempat. Cuma sebentar saya parkir disitu, nah pas waktunya keluar, baru mundur beberapa sentimeter, tiba-tiba terdengar suara “priiit” dan datanglah si tukang parkir dengan santainya berjalan lenggak lenggok. Saking jengkelnya, kaca jendela tidak saya buka dan langsung tancap gas, pergi dari sana. Entah umpatan2 apa yang keluar dari tukang parkir itu.

I'm a wanderer of the seven kingdoms.

Tagged with: , , ,
Posted in Sekitar Kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome!
Hi! My name is Ridwan. This is my blog, I hope you enjoy it. You can also find me there:



Use Google Chrome
Community




Tugupahlawan - Komunitas Blogger Surabaya

Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang
Archives
Follow Xrismantos on WordPress.com
%d bloggers like this: