Gedung baru vs gedung lama

Glodhak…glodhak…glodhak…suara menggelegar bak granat meletus ini belakangan sering terdengar di lingkungan kampus ITS. Sumber suara itu tentu saja bukan ledakan granat sungguhan, tapi dari mesin penanam pasak bumi yang sering terlihat di lokasi pekerjaan pembangunan. Memang sejak beberapa bulan terakhir ini lagi giat2nya diadakan pembangunan gedung baru di ITS. Saking giatnya, selisih antara pengerjaan satu dengan lainnya hanya terpaut beberapa bulan saja.

Akhir tahun 2009, saat itu baru selesai dibangun gedung robotika di dekat Informatika. Tidak sampai satu semester kemudian, ada lagi pembangunan di dekat Geomatika. Belum seratus persen gedung itu selesai dibangun, ada lagi bakal calon gedung didepan Elektro. Terakhir pada saat tulisan ini dibuat, beberapa meter di belakang saya yang lagi duduk di halaman perpustakaan, beroperasi mesin pembuat suara gaduh yang lagi menancapkan pasak bumi tepat di belakang gedung Rektorat. Ngga terima satu, tapi dua mesin sekaligus beroperasi bersamaan.

Kampus ini lagi bersolek mungkin…tapi sepertinya bersoleknya nanggung banget. Proses pengerjaan gedung2 baru itu lumayan cepat untuk ukuran gedung berlantai 3 sampai 4, hanya dalam hitungan bulan. Tapi rupanya kecepatan pembangunan ini membawa konsekuensi pada kualitas bangunannya. Dari total 3 gedung yang sedang dibangun (selain gedung Robotika) sepertinya semuanya dikerjakan dengan terburu-buru. Memang saya bukan orang sipil atau arsitektur yang mengerti benar tentang bangunan, tapi dilihat dari mata awam pun pasti tahu tentang hal ini. Hasilnya, gedung yang seolah “yang penting fungsinya, estetika belakangan”.

Salah satunya gedung baru Informatika yang saya tempati sehari-hari yang juga termasuk bangunan baru di ITS. Berlantai 3, namun bentuknya bisa dibilang sederhana. Memang lengkap dari segi fasilitas, tapi ya itu, sepertinya ga ada seni-seni nya sama sekali. Padahal gedung baru, tapi secara konstruksi dan bentuk sepertinya kalah dengan bangunan-bangunan lama. Misalnya saja gedung lama Informatika yang sekarang jadi milik Sistem Informasi. Konstruksinya terlihat kokoh, dan kelihatan satu tema dengan gedung2 lama lainnya. Didalamnya udara lumayan terasa sejuk meski di tempat yang tidak ada AC nya. Begitu juga dengan gedung BAAK, gedung Rektorat, atau Perpustakaan yang lumayan megah dan “nyeni”.

Mungkin gedung baru yang konstruksinya masih lumayan adalah tetangga sebelah gedung baru Informatika, gedung Despro. Kalau gedung Robotika memang bentuknya futuristik dan megah. Nah seharusnya gedung2 baru lain juga dibuat mendekati seperti itu, meski tidak mirip2 banget karena memang pasti mahal bikin bangunan semegah itu.

Dilihat dari kemiripan ciri2nya, sepertinya kontraktor atau perancang gedung-gedung baru itu adalah orang yang sama. Sayang sekali sebenarnya. Padahal kalau dibuat sedikit lebih baik lagi, bisa jadi ciri khas kampus ini. Juga menambah kebanggaan “penduduknya” dan bikin betah berlama-lama di kampus. Yah, meski begitu, tetep bersyukur karena masih ada kelas yang selalu tersedia untuk ditempati. Dan ada juga kok nilai plusnya, yaitu besok, beberapa belas tahun mendatang, akan mudah mengidentifikasi “generasi” gedung lama dan baru. Ciri-cirinya? Salah satunya mungkin gedung baru akan terlihat lebih reyot dibanding gedung lama. He…he…he…

I'm a wanderer of the seven kingdoms.

Tagged with: , , ,
Posted in Catatan Kecil
6 comments on “Gedung baru vs gedung lama
  1. dewi19th says:

    saya tahu gimana rasanya…
    *sedihhh
    sekaligus menyebalkan,
    gedung belum siap tapi udah main disuruh pindah aja.jadi kulian sambil dengerin orang ngelas, atau pukul pukul palu…😦

  2. vany says:

    Wah, sayang ya klo pmbngunan gedung di its skrg tdk mprhatikan unsur estetikanya..
    Pdhl yg jd ciri khas its itu kan gedungnya..
    Klo saia main ksna saia suka liat bentuk gedungnya..
    Unik ajah gt..hihihi

    Btw, kl pmbngunan gedung gt gak wkt liburan y, mas?
    Kl di unair gt biasany pmbgunan gdungny wkt liburan smster..
    Klopun ud msk kul, yah mhsiswany diliburin gt..
    Dulu saia prnh libur 2 mgg krrn gedung fakultas saia dbgun..hehe

    Eh, tinggalnya di sby mana nih?😉
    Yah, kalo ada info kopdar ntar dikabarin deh…😀

  3. baguštejo says:

    Surabaya sudah panas, eh kampus Despro dan TC juga berada di tempat yang sedikit pepohonan. wow…

  4. fahmi says:

    bener tuh mas, mungkin lagi kelebihan duit kali yaah… hehe… padahal lebih bagus kalo sekalian aja bikin gedung yg unik n nyeni gitu… biar mata ini bisa refresh….
    sampai saat ini gedung yg paling menarik menurut saya masih NASDEC…🙂

  5. radesya says:

    sepertinya hampir sama di tempatku tuh kak, tiap kali ada pembangunan…

    wah kalau prosesnya singkat gt, bisa jadi kualitas gedungnya gag bagus, bisa jadi dindingnya mudah retak

  6. rismanto says:

    @ dewi19 : masih mending kalau itu, nah ini mesin penanam pasak bumi. suranya bisa bikin jantung ikut bergetar

    @ vany : wah disini gak kenal waktu, siang, malem, lanjut terus. kejar tayang kayanya. surabaya di semampir, deket semolowaru. ditunggu infonya ya😀

    @ baguštejo : begitulah, tempat yang terasing, ditengah rawa2

    @ fahmi : sesuai dengan bidangnya ya mas. he2….kalo saya yg paling menarik gedung kantin pusat. sayang sekarang udah ga jelas mana ini kantin pusatnya…

    @ rara : betul ra, ada beberapa ruang kelas yang retak cukup besar. gawat nih…lagi asyik2 kuliah trus ambruk ya gak lucu juga…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome!
Hi! My name is Ridwan. This is my blog, I hope you enjoy it. You can also find me there:



Use Google Chrome
Community




Tugupahlawan - Komunitas Blogger Surabaya

Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang
Archives
Follow Xrismantos on WordPress.com
%d bloggers like this: