Kenapa kuliah informatika?

Satu pertanyaan pernah saya ajukan ke mahasiswa saya, apa motifasi anda kuliah informatika? Jawabannya macam2, ada yang karena suka komputer, ada yang ingin jadi programmer, ada juga yang “tersesat”. Dari bermacam-macam jawaban yang disodorkan, yang paling menarik perhatian saya adalah jawaban “karena ingin cepat kerja”.

Sebuah pertanyaan baru muncul di benak saya, benarkah pendidikan informatika menjanjikan lapangan kerja yang lebih daripada yang lain? Mungkin kalau kita lihat dengan banyaknya lembaga pendidikan, entah itu institut, universitas, SMK bahkan SMA yang mulai memasukkan pendidikan keterampilan informatika di kurikulumnya, agaknya bisa disimpulkan bahwa tenaga kerja informatika masih banyak diminati.

Dari sini muncul sebuah paradoks kecil. Apakah kalau ingin jadi ahli di bidang informatika harus kuliah informatika? Sementara lembaga-lembaga lain banyak menyediakan pendidikan keterampilan yang dibutuhkan sebagai “senjata” utama praktisi informatika, seperti ilmu pemrograman, jaringan komputer, multimedia dan sebagainya. Dan memang pada prakteknya, banyak orang yang tidak memiliki sejarah pendidikan formal di bidang informatika malah jadi tokoh dunia teknologi informasi yang disegani.

Contohnya Dani Firmansyah yang pernah jadi pembobol situs KPU beberapa tahun yang lalu, ternyata alumni Fakultas Hukum. Onno W. Purbo yang tersohor karena wajanbolic-nya, lulusan Elektro ITB. Atau Richard M Stallman, pendiri GNU dan tokoh Open Source dulunya orang Matematika. Andrew S. Tanenbaum, kreator MINIX yang jadi inspirasi Linux dan juga ternyata lulusan Fisika di MIT. Dan masih banyak tokoh-tokoh terkenal lain yang bisa dengan mudah anda temukan hanya dengan bertanya pada Mbak Google.

Di Indonesia sendiri banyak praktisi informatika yang belajar dari “autodidak” dan ternyata lumayan bersaing dengan alumni2 informatika dari sekolah2 bergengsi. Jadi gimana donk? Apakah jurusan Informatika itu dihapus saja? Well, jawabannya tergantung. Lulusan informatika harus punya kelebihan khusus yang tidak dimiliki praktisi autodidak. Nilai tambah yang jadi nilai plus diantara yang lain, yang bisa jadi daya jual yang bisa di”pajang”. Lumrah, karena ilmu yang didapat di lingkungan akademik pastinya lebih mendalam daripada otodidak. Ada motivasi belajar dan dasar teori yang bisa dipertanggungjawabkan di setiap perkuliahan. Juga kemampuan analisis dan teoritis yang lebih kuat.

Kembali ke jawaban “ingin cepat kerja” yang menarik tadi. Memang benar, lowongan kerja bidang komputer dan informatika lagi menjamur dimana-mana. Kantor2 yang mulai menerapkan IT sebagai back-end infrastrukturnya membutuhkan SDM yang sesuai. Tentu saja tingkatan pekerjaan dan level jabatannya berbeda-beda. Disinilah, lulusan akademik informatika harus bisa dapat jabatan yang lebih “elit” daripada yang otodidak. Hmm…apa lagi? Bidang riset. Belum banyak pakar riset bidang informatika di Indonesia. Tak ketinggalan, penulis2 yang mampu menghasilkan buku-buku bermutu, bukan sekedar tutorial “cepat mahir”, “belajar xxx dalam 24 jam” dan sebagainya yang banyak dijumpai di toko2 buku.

Jadi, untuk apa kuliah informatika? Agar cepat kerja? Boleh saja. Tapi, jangan cuma asal dapat kerja. Atau lebih buruk, dapat kerja yang asal.

I'm a wanderer of the seven kingdoms.

Tagged with: ,
Posted in Sekitar Kita, Teknologi
14 comments on “Kenapa kuliah informatika?
  1. Nia says:

    . ya, jurusan informatika memang menyenangkan, saya cuma lulusan smk jurusan TI, dulu sempet sebel karena dulu aku memilih jurusan akuntansi malah masuk di TI . eh ternyata banyak manfaatnya juga … mudah dapat kerja … salam …πŸ™‚

  2. rismanto says:

    selamat deh kalo gitu. salam kenal juga…

  3. fahmi says:

    dulu waktu kelas 2 sma saya pernah pengen masuk informatika,, tapi akhirnya gk jadi… hehee….

  4. radesya says:

    kalau aku ditanya kenapa aku ambil sipil malah aku gag ngerti jawabannya…, hahahah…

    awalnya sih dulu pengen ngatasi banjir ^^

    tapi TI emang banyak difavoritkan tuh kak..

  5. rismanto says:

    @ fahmi : mungkin memang sudah garis hidup yaπŸ˜€

    @ rara : alasan yang bagus ra. mungkin perlu juga buka jurusan baru, Teknik Perbanjiran. hihihihi

  6. ganda says:

    Ah. Secara standar memang orang pikir yang kuliah IT harusnya lebih banyak tahu daripada yang otodidak. Well, tergantung siapa di bandingkan dengan siapa. Jeruk dengan jeruk. Jika tidak seimbang, ada kalanya yang kuliah IT lebih tahu daripada yang otodidak, adakalanya juga tidak. Lihat orangnya juga, IT itu dianggap makanan pokok atau cemilan saja.πŸ˜€

    Otodidak vs kuliah IT.
    Terkadang otodidak juga bisa lebih baik. Alasan? Yah, banyak kita tahu. Dosen juga ada yang ogah-ogahan mengajar. Hasilnya? Mahasiswa yang kuliah juga menjadi otodidak.πŸ˜€ Yah, alam lah yang akan menentukan siapa pemenangnya.πŸ˜€

  7. rismanto says:

    @ Ganda : yah begitulah, tapi kalau misal sama2 belajar otodidak, seharusnya yang pernah mengecap pendidikan resmi *seharusnya* lebih mantab pegangannya. tapi memang seringkali yang terjadi sebaliknya. mungkin karena IT itu bukan ilmu eksak kali ya…

  8. ganda says:

    Rismanto,
    Lagipula, ilmu IT bukanlah ilmu mati seperti bahasa Indonesia, bahasa Inggris, atau ilmu-ilmu lainnya. Ilmu IT adalah ilmu yang perkembangannya sangat pesat. Sekali saja tidak up-to-date, banyak hal kita sudah tertinggal. Dalam hal ini, yang otodidak maupun yang kuliah kena pukul rata. Tidak ada yang menonjol. Kembali ke pribadi masing-masing, mau survive di dunia IT atau mending banting setir ke dunia yang jauh dari IT(karena memang gak mampu). Hmm.. Banyak mahasiswa yang saya dengar mengeluh, bahwa dosennya pelit dengan ilmu. Hal ini bisa juga jadi hambatan buat mereka. Tetap saja, mereka jadi otodidak untuk mendapatkan semuanya.πŸ˜€

  9. ganda says:

    BTW, saya juga dulunya kuliah. Tapi banyak belajar secara ototidak setelah lulus kuliah dan selama kuliah. Sama juga kan?πŸ˜€

  10. Noni fyrdha says:

    yah,… kalo Noni sih suka dunia IT tapi gk trllu pengen nyemplung trllu dalam, lebih trtarik ke ilmu pasti mungkin yh? hihi
    salam bloggerπŸ™‚

  11. rismanto says:

    @ Ganda : betul mas. saking pesatnya perkembangan IT, apa yang dipelajari di kampus saat ini, besok kalo udah lulus kemungkinan udah usang. nah balik otodidak lagi dehπŸ˜€

    @ noni frydha : justru bagus itu. soalnya ilmu pasti itu jadi dasar dari ilmu yang lain2. dari “ilmu pasti” itu lahirlah ilmu2 yang “tidak pasti”, salah satunya informatika. hahahah…

  12. mas rismanto, postingan yang sangat menarik..
    saya yang backgroundnya IT (manajaemen) sampai saat ini belum menemukan jati diri saya.
    hingga apa yang akan saya lakuakan kelak setelah lulus, saya jua belum tau..
    jujur saja, sunia IT memang menarik..dan kompleks..
    namun awalnya saya myemplung karena desakan kakak yang menginginkan adekknya pintar dalam IT. gag seperti kaka saya yang merasa gaptek hingga saat ini..

    terima kasih mas rismanto untuk poytingan ini..
    sedikit membuka pandangan saya ttg masa depan..

    skalian saya mohon ijin, untuk copas postingan ini..
    akan saya cantumkan sumbernya juga kog mas.
    makasih sebelumnya.

    http://www.zainalarifin.net

    • xrismantos says:

      Oh silahkan mas, berbagi tidak akan pernah rugiπŸ™‚
      Dunia IT memang banyak lika-liku dan atmosfir yang menarik sekaligus misterius. Tetep semangat kuliahnya!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome!
Hi! My name is Ridwan. This is my blog, I hope you enjoy it. You can also find me there:



Use Google Chrome
Community




Tugupahlawan - Komunitas Blogger Surabaya

Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang
Archives
Follow Xrismantos on WordPress.com
%d bloggers like this: