The pander's palace

Calo? Siapa yang asing dengan kata ini? Kalau di bahasa-Inggriskan lewat google translate adalah pander. Definisinya sendiri macem2, tapi semuanya mengacu ke satu maksud yang sama. Rasanya saya tak perlu lagi menjelaskan apa sih “calo” itu. (mungkin ada yang tertarik diskusi tentang calo bisa kirim email ke saya — hehehe — )

Sering saya berdecak dalam hati, kenapa di kantor-kantor pelayanan masyarakat milik pemerintah selalu dipenuhi dengan calo. Barusaja saya dari kantor imigrasi dan disitu calo membaur dengan pengunjung. Begitu banyaknya sampai mungkin banyak calo-nya daripada pengunjungnya. Tentu tidak di kantor imigrasi saja. Kantor tempat ngurus SIM, kantor untuk mengurus KTP, dan sebagainya dan sebagainya.

Kenapa ya? Apa mungkin birokrasi dan prosedur di kantor2 itu terlalu njlimet? Atau banyak orang yang terlalu malas mengurus keperluannya sendiri akhirnya menyerahkan semuanya pada calo dengan imbalan segepok rupiah? Atau kalau coba dilihat dari sudut pandang lain, jadi calo itu menguntungkan? Mungkin gajinya bisa setara dengan pegawai kantoran berijasah sarjana? Menguntungkan dari segi calo-nya sendiri dan juga dari pihak pegawai kantor yang ikut dapat “kue” dari hasil percaloan?

Well…tidak tahu yang mana pastinya. Mungkin inilah hasil dari efek berantai yang ikut andil sebagai penyebab munculnya kasus-kasus lain seperti pengangguran, kriminalitas, korupsi, dan sebagainya. Efek berantai yang disebabkan kurangnya mutu pendidikan, mahalnya biaya hidup, biaya kesehatan, rendahnya moral, dan yahh….tak ada habisnya kalau dirunut satu demi satu hingga ke pangkal rantainya. Sudah jadi rahasia umum kerapuhan negeri ini.

Tidak bisa menyalahkan calo, apalagi menyalahkan mereka2 yang memanfaatkan calo. Toh, bang calo juga cari uang untuk menyambung hidup, dan pemakai jasa mereka juga ingin mudah meski rela membayar. Nampaknya memang simbiosis mutualisme. Hubungan keterikatan yang saling menguntungkan. Saya sendiri, selama bisa saya urus sendiri mendingan saya lakukan sendiri.

Pun begitu, alangkah baiknya pemerintah sedikit memberi perhatian terhadap hadirnya calo ini. Mungkin ada beberapa aspek yang bisa dikoreksi. Seperti, mempermudah prosedur yang masih ribet, atau kalau sudah dirasa paling mudah, beri petunjuk yang lengkap biar pengunjung tidak lagi tertarik dengan calo.

Mungkin ini bagian dari perkembangan jaman : manusia selalu ingin segalanya semakin mudah. Perkembangan teknologi adalah salah satu efek dari perkembangan jaman. Teknologi bisa membuat sesuatu jadi lebih mudah. Tapi calo bukan teknologi. Jadi seharusnya ditumpas habis seiring dengan perkembangan jaman. Bisakah? Hmm…kalau bicara Indonesia…kayanya sulit deh😀

I'm a wanderer of the seven kingdoms.

Tagged with: , ,
Posted in Sekitar Kita
5 comments on “The pander's palace
  1. MENONE says:

    indonesia emang luarrrr biasa…….calonya hahahahahahahahahahahaha

  2. baguštejo says:

    tampaknya hal itu masalah moral yang sudah mendarah daging/menjadi budaya di beberapa instansi pemerintah kita.
    memang sulit tapi bukan hal yang mustahil. caranya? *sedang saya pikirkan…..🙂

  3. rismanto says:

    @ Menone : masih banyak lagi lho hal2 luar biasa di Indonesia ini😀

    @ Bagustejo : ditunggu hasil pemikirannya ya mas😀

  4. calo itu apa identik dengan affiliasi marketing?…

  5. rismanto says:

    @ Fir’aun : hmmm…mungkin juga. Tapi afiliasi yang kurang sehat nampaknya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome!
Hi! My name is Ridwan. This is my blog, I hope you enjoy it. You can also find me there:



Use Google Chrome
Community




Tugupahlawan - Komunitas Blogger Surabaya

Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang
Archives
Follow Xrismantos on WordPress.com
%d bloggers like this: