Indonesia wajib militer?

Fiyuhhh….malam yang benar2 gerah. Ngga masuk akal gerahnya sampai2 bikin saya terjaga sepanjang malam. Tiba-tiba pikiran saya jalan2 dan jadi ingat masa2 di akademi angkatan laut (AAL) dulu. Di Bumimoro, Surabaya, panasnya ya mirip2 kaya gini, bahkan lebih panas soalnya malam demi malam dilewatkan di kamar asrama yang full AC, eh salah, full militer. Pikiran terus berkelana hingga akhirnya saya ingat kalau beberapa hari yang lalu adalah Hari Pahlawan. Dan beberapa hari yang lalu pula saya baca salah satu judul berita di koran tentang kuesioner gimana kalau di Indonesia diadakan wajib militer. Wah…wah…

Menarik juga ya…gimana seandainya wajib militer ini bener2 diterapkan di Indonesia? Menurut kuesioner di koran itu, banyak yang terima, banyak juga yang ngga terima. Bahkan kalau ngga salah lebih banyak yang ngga terima, cuman saya lupa berapa persen. Alasannya yah cukup umum lah, ada yang karena ngga siap, ada juga yang memandang ngga perlu dan beberapa alasan yang lain saya lupa (maklum bacanya sekilas lalu).

Nah kalau menurut saya sendiri, saya termasuk di bagian yang netral sepertinya, tapi cenderung agak ngga terima. Loh? hehehe… Sebenernya dalam hati saya mendukung adanya wajib militer ini. Saya setuju bukan karena dengan wajib militer maka rakyat Indonesia siap diajak perang kapanpun dibutuhkan, tapi lebih memandang sisi positif yang diperlukan oleh bangsa ini dari kegiatan kemiliteran, yaitu disiplin, konsistensi dan cinta tanah air. Dua hal itulah yang rasanya sangat amat kurang dimiliki kita-kita sebagai manusia Indonesia.

Saya ngga menampik kalau saya sendiri termasuk yang agak susah berdisiplin. Memang ngga semua orang Indonesia seperti itu. Banyak juga yang punya disiplin dan konsistensi yang baik. Yang cinta tanah air juga banyak. Tapi akhir2 ini banyak tokoh2 Indonesia yang karena kurangnya rasa cinta tanah air, disiplin dan konsistensi, akhirnya mencoreng nama negeri ini dengan perbuatan yang sungguh memalukan dan mendosakan seperti contohnya udah ga asing lagi yaitu KORUPSI.

Memang untuk membangkitkan disiplinisme, konsistensi dan cinta tanah air itu ngga cukup hanya dengan ber-militer-ria. Namun efek dari kegiatan militer ini sungguh terasa, ketika saya di AAL. Meski cuma dua minggu karena itu bagian dari acara ospek kampus, namun selama 2 minggu itu kami benar2 dididik full militer. Mulai dari baris berbaris ala militer, apel ala militer, lari marathon ala militer, olah fisik ala militer, tata cara makan ala militer sampai dengan kuliah dan tidur ala militer. Tak lupa menata tempat tidur juga ala pak tentara.

Percaya atau tidak, sekeluar dari tempaan AAL, kebiasaan2 militer masih melekat erat. Contohnya pas jalan berombongan sama temen2. Secara otomatis dan reflek kami menyamakan langkah dan meluruskan barisan. Meski ngga lama kemudian kami sadar kalau udah bukan di AAL lagi jadi ngga perlu segitunya, dan kamipun tertawa2 mengingatnya. Kondisi fisik berubah total. Kalau biasanya lari 100 meter aja udah ngos2an, saat itu lari 2 km nonstop rasanya enteng sekali. Tempo hidup juga jadi sangat teratur. Subuh bangun, malam paling lambat jam 22.00 udah tidur.

Sayangnya selisih beberapa hari setelah selesai AAL, acara ospek dilanjutkan dengan pondok pesantren kilat di UIN Malang. Disanalah rasanya kebiasaan militer kami “dilucuti” karena memang gaya hidup di pesantren tidak seketat asrama militer. Tapi satu hal yang masih saya ingat sampai sekarang adalah, tata cara makan ala AAL, bagaimana meletakkan sendok dan garpu seusai makan. Yaitu diletakkan sejajar, garpu sebelah kiri dan sendok sebelah kanan, dua2nya menunjuk arah jam sebelas. Hehehe…

Well, kegiatan militer bagaimanapun adalah start yang bagus buat melatih kedisiplinan. Tapi yang bikin saya agak ngga terima kalau Indonesia diadakan wajib militer, adalah gaya hidup yang serba diatur. Saya orangnya memang ngga suka terlalu dibatasi ini-itu. Sementara di kehidupan militer, hampir semua aspek kehidupan kita diatur. Dua minggu di AAL itu sebenarnya cukup menyenangkan, pengalaman yang berharga. Namun rasanya saya ngga kuat kalau harus menjalaninya lebih lama lagi. 3 minggu? 3 bulan? 1 tahun? Wah…ngga deh…😀

Dan lagi, potongan rambut ala militer. Aduh please…saya paling anti kalau harus potong rambut kaya gitu. Dulu waktu mau berangkat ke AAL, teman2 pada ribut bingung tentang apa yang mau dibawa, apa yang akan dilakukan disana, etc. Nah kalau saya, yang saya bingungkan cuma satu, yaitu harus potong rambut ala tentara. Akhirnya waktu hari pertama di AAL, tinggal saya dan beberapa orang yang rambutnya masih gondrong, dan mendapatkan “special treatment” dari para pelatih, yaitu potong rambut gratis (dan maksa) ala tentara. Well…habis sudah…

Begitulah. Di beberapa negara di dunia, contohnya Korea, sudah lama menerapkan wajib militer ini. Dan entah karena pengaruh wajib militer atau bukan, negeri itu sekarang maju pesat di hampir segala bidang. Kira-kira apa ya yang akan terjadi kalau Indonesia meniru jejak Korea? Tambah maju kah? Atau sekedar tambah berotot kah orang2 kita? Atau malah para pejabat negara tambah gendut karena dana buat wajib militer banyak di-korup? Hehehehe…

I'm a wanderer of the seven kingdoms.

Tagged with: , , ,
Posted in Sekitar Kita
14 comments on “Indonesia wajib militer?
  1. Cahya says:

    Ha ha…, karena tubuh saya lemah dari kecil, jadinya selalu menghindari kegiatan berlebihan. Tapi wajib militer kan tidak berarti perang, rasanya bagus juga diterapkan.

  2. rismanto says:

    @ Cahya : hihihihi…seandainya ga pake wajib potong rambut ala tentara, boleh deh😀

  3. Darin says:

    Wajib militer bagus juga. Ya bukan berarti melulu harus perang, tapi latihan kedisplinannya itu yang memang perlu diterapkan sejak dini. Jadinya bangsa kita bisa semangat, ngga loyo..hehe betul?

  4. andinoeg says:

    Salam Informatika

  5. 'Ne says:

    wah kalau benar ada wajib militer, yang jelas saya gak ikutan kalo harus latihan fisik berat😀
    kalau mau maju mungkin harusnya lebih disiplin kali ya hehe

  6. rismanto says:

    @ Darin : yap betul, badan kuat jiwa semangat hehehe

    @ Andinoeg : salam juga mas😀

    @ ‘Ne : iya betul mbak…hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai, disiplin pangkal maju *yang terakhir ngawur😀

  7. Kalau menurut saya sih, kayanya bagus juga lho….

    Biar lebih disiplin dan cinta tanah air….

  8. vany says:

    usulnya boleh juga ya, mas….
    melatih kedisiplinan kita…hehehe
    eh, tapi kalo cewek gitu jg ikut wamil kah?😉

  9. Jaya says:

    tentu.. kenapa tidak ^_^

  10. tary-ssi says:

    bagus juga coba diterapin di negara kita. tapi khawatirnya takut disalah artikan. orang2 kita kan suka rada2 aneh.

  11. bagustejo says:

    alhamdulillah…. saya sudah wajib militer di RIndam Jaya Condet.
    saat ngejalani wajib militer, saya ndak suka,tapi saat disahkan telah wajib militer, saya sangat bahagia. *curang hahahah…

  12. gimana klo “wajib pramuka” aja…. biar ga harus pegang2 senjata tuch😀 hehehe

  13. rismanto says:

    @ Pendarbintang : betul2. nah nanti kalau ada wamil beneran pasti ikut ya😀

    @ Vany : tentu saja. kan sekarang jaman emansipasi wanita, pria dan wanita berhak (baca : wajib) ikut militer hehehe

    @ Tary-ssi : yah selama gak dikait2kan dengan dunia mistis saja *orang2 kita kan gampang heboh dengan hal2 yang satu ini😀

    @ Bagustejo : wah abis itu ketagihan pengen ikut lagi gak mas?

    @ Fir’aun : justru yang bikin keren kan senjata nya itu😀

  14. Bernhard R says:

    gimana ya nasib nya yg punya penyakit seperti asma?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome!
Hi! My name is Ridwan. This is my blog, I hope you enjoy it. You can also find me there:



Use Google Chrome
Community




Tugupahlawan - Komunitas Blogger Surabaya

Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang
Archives
Follow Xrismantos on WordPress.com
%d bloggers like this: