Windows is malware…err…moneyware

Beberapa hari yang lalu ada seminar kecil-kecilan di ITS. Yang mengadakan MMT ITS (Magister Manajemen Teknik – ITS) di ruang auditorium pascasarjana. Seminarnya kecil, namun tidak begitu dengan pembicaranya. Beliau adalah Mr. Richard M. Stallman, pendiri gerakan free open source software yang tersohor di dunia. Salah satu pelopor sistem operasi yang sekarang jadi GNU/Linux.

Menarik sekali memperhatikan gaya Mr.Stallman yang eksentrik. Badannya agak gendut, tapi yang paling gendut adalah perutnya. Rambutnya keriting abu-abu gondrong, dan cambang lebat yang sewarna rambutnya. Ditambah sedikit warna uban. Saya agak lama menyadari, bahwa selama jadi pembicara, ternyata beliau nyeker, alias ngga pake sepatu. Ternyata sepatunya dilepas di pinggir meja pembicara dan tampil didepan hanya mengenakan kaus kaki. Weleh2… Jadi inget dulu saya pernah ikut seminar Linux, pembicaranya mas Kamas dari administrator sistem komputer ITS, yang juga nyeker waktu tampil didepan. Apa jangan2 semua master Linux hobi nyeker ya?

Terlepas dari penampilan eksentrik Mr.Stallman, disitu beliau bicara panjang lebar mengenai apa itu FOSS, asal mula GNU/Linux, sampai gereja Emacs. Salah satu kalimat beliau yang paling menggelitik adalah, “Proprietary software is MALWARE. Windows is MALWARE”. Saya bersama teman2 terbahak2 ketika mendengarnya.

Siapapun pasti tau bagaimana kediktatoran Microsoft dalam menggerakkan bisnis mereka, dalam mengusahakan monopoli tiap bidang spesialistik mereka. Begitu juga dengan produk mereka yang paling fenomenal, yaitu sistem operasi Windows. Fenomenal dari sisi sejarah, fenomenal sebagai mesin pencetak uang Microsoft, dan yang terpenting, fenomenal dalam menjadi media carrier virus dan program2 berbahaya (a.k.a malware).

Salah satu penyebab Windows jadi fenomenal di kategori terakhir adalah sifatnya yang closed source, atau proprietary. Software closed source berarti kita sebagai pengguna tidak bisa “membedah” organ tubuh software tersebut. Kita tidak tahu apa yang terjadi dan bagaimana cara kerja tiap komponen didalamnya. Sehingga, jika terjadi kesalahan dan kerusakan yang disebabkan oleh program2 perusak (seperti virus) maka kita tidak bisa berbuat apa-apa. Hal inilah yang jadi sasaran empuk para penjahat dunia digital diantaranya pembuat virus komputer.

Sebenarnya sama dengan Windows, sistem operasi yang open source (dalam hal ini Linux) pun rentan terhadap virus. Namun karena sifatnya open source, tiap orang bisa membedah sistem ini. Dari orang2 itu jadilah komunitas, dan karena komunitas ini sangat besar, tersebar di seluruh dunia, maka bisa dikatakan, seluruh dunia menjaga Linux, namun hanya Microsoft yang menjaga Windows. Oleh karena itu jika ada seorangpun yang coba2 menyebarkan virus Linux, bersiaplah diburu oleh para penjaga linux hingga keujung dunia.

Saya tidak menentang Mr.Stallman yang mengatakan bahwa Windows adalah malware. Dan beliau juga “mengutuk” software proprietary lain dengan sebutan yang sama. Namun saya merasa kata-kata itu sedikit ekstrim. Bagaimanapun, penyedia software proprietary telah berusaha semaksimal mungkin mewujudkan software mereka. Bahkan persaingan diantara pembuat software proprietary bsia lebih sadis ketimbang software open source. Mereka harus melakukan inovasi2 baru agar bisa “laku” dengan harga yang sekiranya bisa mengepulkan dapur karyawan2 perusahaan mereka.

Mungkin mereka mengeruk uang dan terkadang terkesan “menguras” dompet pengguna dengan cara-cara yang agak kurang pantas (ex : menyisipkan program pencuri identitas, melakukan transfer data ke server mereka secara diam-diam, dll dsb). Namun tidak semua software proprietary seperti itu. Tidak sedikit produk yang bermutu tinggi dan bahkan menginspirasi pengembang open source. Kadang ada produk software proprietary yang tidak ada di software open source. Kadang sebaliknya. Keduanya hidup berdampingan, saling melengkapi.

Pembuat software proprietary pun sebenarnya ngga salah juga dalam menjual produk mereka. Mereka punya kehidupan, mereka punya keluarga yang harus dinafkahi, punya anak yang harus disekolahkan. Dan pengguna komputer juga berhak memilih mana yang terbaik, open atau closed source. Ah…rasanya tak adil jika semua usaha itu harus berakhir dengan sebutan “malware”. Toh, saya dulu pernah bekerja di sebuah software house, yang memproduksi software proprietary. Dan gajinya sudah bisa menghidupi saya sekaligus beli laptop, handphone, speaker 2.1 yang ga bagus2 amat tapi sudah menemani hari2 saya dengan menyenandungkan musik2 L`Arc~en~Ciel, Kalafina, SPITZ, LinkinPark, sampai Koes Plus🙂

So, Mr.Stallman, mungkin akan lebih baik kalau kata2 “windows is malware” kita ganti dengan “windows is moneyware” (baca : perangkat pengeruk uang”) hehehe…

I'm a wanderer of the seven kingdoms.

Tagged with: , , ,
Posted in Sekitar Kita, Teknologi
11 comments on “Windows is malware…err…moneyware
  1. aldy says:

    Saya ingat kata-kata bung Bernaridho Hutabarat ( dosen universitas Machung), free software? gunakan produknya tapi hati-hati dengan filosofinya😀

  2. julie says:

    saya selalu kagum dengan para IT ers yang mampu memahami hal perintilan di dunia internet sementara saya bisanya cuman make doank hehehehe

    terima kasih ris udah maen ke blog saya😀

  3. rismanto says:

    @ Aldy : wah pak Bernardinho Hutabarat itu kolumnis favorit saya di majalah PCMedia. tulisannya selalu menggelitik dan beda dari yang lain

    @ Julie : ah mbak Julie ini. tiap orang kan “eksis” di bidangnya masing2. hehehe… terimakasih juga udah main kesini

  4. Saya ini cuma USER yang mungkin nggak peduli MALWARE, Open source atau Close Source..

    Karena yang familiar Widows ya windows meski semua teman-teman membujuk, aplikasi Linux itu sangat mudah…

    (Bukan nggak mungkin setelah saya kenal jg saya jd lbh suka Linux, yah?) Belum ingin beralih saja, meski sudah pernah di sodorin “coba ini” menggelek saja wong saya Gaptek!he he he

    He he he

    Embuh, lah!

  5. rismanto says:

    @ Pendarbintang : hehehe…iya memang sebenernya linux ga susah, cuma ga familier…coba kalau pertama kali kenal komputer udah disodorin linux mungkin windows bakal jadi momok😀

  6. isnuansa says:

    dari awal pake komputer, ya pake windows. Sekarang sudah mulai banyak yang beralih ke open source seperti Linux, saya masih bertahan.

  7. rismanto says:

    @ Isnuansa : iya mbak, gak harus kok pindah ke opensource. cuma kalo ingin lebih ngirit dan jelas2 legal pastinya open source lah “dermaga hati” kita hehehe…

  8. Cahya says:

    Saya suka dua-dua-nya, Windows dan Linux (OpenSuse). Seperti saya suka teh & kapucino, he he…🙂.

    Saya mengeluarkan uang lumayan banyak untuk mempertahankan software proprietary di notebook saya, termasuk membeli lisensi sistem operasi dan antivirus misalnya. Dan saya cukup puas dengan itu.

    Linux…? Hmm…, pada awalnya saya berpikir itu gratis, ha ha…, tapi ternyata untuk orang bodoh seperti saya, investasi belajar Linux ternyata jauh lebih besar daripada mempertahankan software proprietary di komputer.

    So…, for me open source still moneyware. Pada akhirnya tidak ada yang gratis di dunia ini, ha ha…😀.

  9. rismanto says:

    @ cahya : mungkin perlu sedikit diluruskan, free open source tidak selalu berarti gratis.

    namun dengannya kita mendapatkan kebebasan membedah, mengubah, serta mendistribusikannya kembali.

    dua2nya ngga ada yang jelek (open source maupun proprietary) dua2nya saling berdampingan dan melengkapi🙂

  10. fahmi says:

    wah gk tau kenapa saya rada sulit klo pake linux.. banyak software yg gk compatible ma linux soalnya….

  11. rismanto says:

    @ fahmi : iya, banyak software yang kita pake di windows ga ada padanan yang setara di linux…memang ada saatnya enak pake windows, ada saatnya enak pake linux. yah saling melengkapi gitu lah istilahnya hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome!
Hi! My name is Ridwan. This is my blog, I hope you enjoy it. You can also find me there:



Use Google Chrome
Community




Tugupahlawan - Komunitas Blogger Surabaya

Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang
Archives
Follow Xrismantos on WordPress.com
%d bloggers like this: