Open Source is everything?

Baru-baru ini saya berdebat…err…diskusi dengan salah seorang teman saya tentang FOSS atau Free Open Source Software. Intinya dalam perdeba..eh, perdiskusian itu, saya menuliskan salah satu keterbatasan dalam FOSS, dimana keterbatasan itu menjadi kelebihan ‘bukan FOSS’ yaitu the well-known Microsoft Windows dan kawan2nya.

Saya bukan penentang Open Source, dan juga bukan pecinta Closed Source. Namun saya juga bukan pecinta Open Source dan penentang Closed Source. Lha? Hehehe…karena menurut saya keduanya punya ‘dunia’ dan kepentingan sendiri-sendiri. Saya bikin server web, ftp dan email, router, semuanya pakai Open Source, tapi laptop saya dengan manisnya terinstal Microsoft Windows 7 sebagai Operating System. Karena? Saya masih suka main game2 keren terbaru dan pekerjaan saya mengharuskan adanya Visual Studio .NET yang keduanya tidak bisa saya dapatkan di Open Source.

Dulu saya pernah jadi programmer di sebuah software house. Bermacam-macam proyek yang lagi hot disitu dan dikembangkan dengan bermacam2 platform pengembangan, ada yang open source dan yang non-open source. Kebetulan proyek yang saya kerjakan menggunakan platform yang ‘non’. Lebih detailnya, menggunakan .NET. Saya tak bisa bayangkan jika semua aspek dalam dunia teknologi informasi “dipaksa” menggunakan Open Source. Proyek kantor kami akan tersendat karena tak bisa menggunakan teknologi siap pakai yang disediakan .NET. Kenapa ngga pakai teknologi lain yang ‘open’? Mau gimana lagi…bisnis mengharuskan kerja cepat dan tepat, sedangkan yang kita kuasai saat itu ya yang ‘closed’ itu, dan juga permintaan client seperti demikian.

Mungkin bisa saja kita salahkan Microsoft karena meng-closed-source-kan .NET mereka. Namun apa daya, terserah mereka mau diapain hasil karya mereka. Dijual, dibagi2 gratis, dibuang, hak mereka. Toh, software house tempat saya bekerja (dan ratusan software house lain di Indonesia) juga “berjualan” software, dengan kata lain meng-closed-source-kan. Meskipun platform developing nya pakai open source (Java, misalnya), tetap saja hasil akhirnya kita jual, dan tanpa mengeluarkan source-code nya. Kalaupun client mau beli source code, ada biaya tambahan yang harus dibayarkan. Kalau hasil kerja kami di free-open-source kan, mungkin benar ada donatur, tapi kalau donaturnya sedikit, mau makan apa saya dan rekan2 yang sebagian diantaranya sudah berkeluarga? Hiks…hiks…

Demikianlah…open source, atau lebih khususnya Free Open Source Software, memang sangat bagus. Tapi tidak semua aspek teknologi informasi bisa di FOSS-kan. Ada banyak kelebihan sekaligus kekurangan yang ada pada FOSS yang harus kita terima dengan lapang dada, begitu juga sebaliknya.

Let’s open-our-free-mind…

I'm a wanderer of the seven kingdoms.

Tagged with: , ,
Posted in Teknologi
2 comments on “Open Source is everything?
  1. for says:

    Yes, it’s everything, for god sake …!

  2. renxe says:

    @ Pak Irwan A.K. : huahahahahaha…mau pindah tempat diskusi pak? It’s just an opinion, for God’s sake…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome!
Hi! My name is Ridwan. This is my blog, I hope you enjoy it. You can also find me there:



Use Google Chrome
Community




Tugupahlawan - Komunitas Blogger Surabaya

Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang
Archives
Follow Xrismantos on WordPress.com
%d bloggers like this: