Anomali

Apa itu anomali? Di ilmu alam, dikenal satu hukum anomali yang berlaku untuk air. Ketika air membeku, maka volumenya bukannya menyusut, namun malah memuai. Padahal hukum fisika-kimia meng-idealkan, ketika suatu zat membeku, maka molekul2nya semakin rapat. Alhasil, volume zat tersebut akan menyusut. Kok bisa ya? Yah, tapi dalam tulisan ini saya tidak akan membahas anomali pada air ataupun zat2 lain yang berhubungan dengan ilmu alam, out of topic😀 Saya akan membahas sesuatu yang “lain”, yang mungkin membingungkan, tapi juga menggelitik…hmmm….


Anomali… Bisa juga saya artikan sesuatu yang tidak normal. Yang melanggar kebiasaan, aturan hidup manusia, budaya. Keluar dari jalur. Bertingkah tidak semestinya. Abnormal. Suatu keanehan. Sesuatu yang sulit dilogika. Anomali dapat terjadi pada tiap diri manusia. Meskipun sang manusia tersebut tidak menyadari bahwa anomali sedang terjadi pada dirinya. Anomali bisa juga bersifat relative. Ketika seseorang menunjukkan sikap tertentu, bagi orang2 tertentu sikap tersebut tidak aneh. Tapi bagi orang lain yang belum cukup mengenal, akan dianggap sebuah anomali.

Lalu…layakkah seseorang disebut memiliki anomali? Manusia hidup kadang terlalu bergantung pada statistika. Sesuatu dianggap benar karena kebanyakan orang menilainya benar. Begitu pula sebaliknya. Namun dalam diri manusia normal, terdapat sebuah kontrol, sebuah standard, yaitu hati nurani, yang dapat menunjukkan sesuatu itu benar atau tidak, meskipun berbeda ketika dilihat dari sudut pandang statistika. Kembali ke pertanyaan. Jawabannya adalah : YA, jika secara statistika maupun hati nurani, fakta mendukung bahwa sikap yang muncul padanya adalah sesuatu yang tidak umum, sehingga layak jika dikatakan, anomali sedang terjadi pada diri orang tersebut.

Terus kenapa saya nulis ini? Well…beberapa hari terakhir ini saya menemui seseorang yang benar-benar memiliki anomali. Suatu sikap yang belum pernah saya jumpai sebelumnya. Oke, mungkin awalnya saya menilai terlalu pribadi, hanya dari sudut pandang saya, hanya dari hati nurani saya sendiri. Namun ketika saya bandingkan dengan statistika, berapa banyak orang yang menganggap hal itu sesuatu yang normal? hasilnya adalah satu banding sekian, hanya SATU orang yang menganggap hal itu normal. Mungkin saya musti belajar, atau mempelajari, mengapa bisa begitu. Mengapa “satu orang” tersebut menganggap hal itu bukanlah anomali? Atau jangan-jangan si “satu orang” itu juga memiliki anomali yang sama?

Ketika saya memaksakan untuk menyingkirkan logika saya demi untuk lebih objektif, merangkai fakta-fakta lain yaitu alasan-alasan yang pernah dikemukakan oleh sang pemilik anomali, mengadakan cross-check dengan sang “satu orang”, hasilnya adalah : kepala saya jadi pusing. Bagaimanapun ini tetap saja anomali. Logika saya benar-benar tidak dapat menerima hal ini. Ibaratnya prosesor komputer, saya sudah HANG dan harus dibelikan prosesor yang baru. Semakin diperparah dengan apa yang baru saja saya alami sebelum menemukan anomali ini. Semuanya terakumulasi dalam otak saya hingga saya pun kelebihan beban.

Lari? Mungkin keputusan yang paling bijaksana. Tapi saya bukan tipikal orang yang lari dari masalah, meskipun saya sendiri sering tidak yakin dapat menuntaskan masalah. Mungkin cukup dengan saya menghindar dari sang anomali. Namun tidak bisa, karena ibaratnya sekrup, saya sudah terlanjur menancap, tidak bisa asal tarik, harus diputar dengan obeng. Obeng itu ibaratnya adalah “fakta murni”, atau alasan, mengapa dia mengeluarkan anomali itu kepada saya. Saat ini, sang obeng belum saya temukan, sehingga apa daya, sebagai sekrup saya masih saja menempel di ulirnya. Tak segampang itu untuk mencabutnya.

Akankah saya temukan obengnya? Atau terpaksa, catut, yang akan menarik paksa saya keluar dari ulirnya…

Yesterday she kissed my hand, and now she kicks my ass.
So what’s up with your anomaly?

I'm a wanderer of the seven kingdoms.

Tagged with: ,
Posted in Catatan Kecil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome!
Hi! My name is Ridwan. This is my blog, I hope you enjoy it. You can also find me there:



Use Google Chrome
Community




Tugupahlawan - Komunitas Blogger Surabaya

Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang
Archives
Follow Xrismantos on WordPress.com
%d bloggers like this: