Kapan Surabaya ngga panas?

Surabaya memang kota yang aneh. Disaat kota-kota lain udah masuk musim hujan, kota ini masih tetap panas menyengat tanpa ada awan mendung sedikitpun. Beberapa minggu yang lalu sempat 2 hari berturut-turut turun hujan. Tapi ya cuma itu aja, hari-hari selanjutnya balik lagi panas. Ditambah lebih parah lagi, karena musim pancaroba, udara menjadi semakin pengap. Alhasil, matahari yang menyengat + udara yang pengap = panas bak microwave raksasa. Jadilah kota ini terapi sauna gratis selain tempat yang pas untuk turis-turis menggosongkan kulit. Jadi ga usah jauh2 pergi ke pantai untuk berjemur atau ke pemandian air panas untuk mendapatkan sauna.

Mungkin diwaktu dulu kala saat kota ini pertama kali dihuni, yaitu pada masa2 kerajaan2 atau bahkan manusia-manusia prasejarah, iklim di kota ini belum sepanas saat itu. Andai saja saat itu sudah panas kaya gini, dijamin gak bakal ada makhluk hidup yang mau bertempat tinggal disini. Bayangkan aja, jaman dahulu belum ada AC ataupun kipas angin listrik. Padahal sekarang, kedua alat itu sudah merupakan salah satu dari survival tools yang sangat penting, sudah sama pentingnya seperti kebutuhan atas kulkas atau kompor. Tiap rumah wajib ada itu dan nyala 24 jam nonstop kalau tidak mau mandi keringat terus-terusan. Gimana bisa bicara tentang global warming, kalau hampir tiap rumah punya AC dan penguapan CFC nya. Wah…wah…

Kenapa bisa begitu ya? Padahal kota-kota pantai lainnya seperti Yogyakarta atau Jakarta yang terkenal macetnya, panasnya ngga kaya disini. Coba aja di Surabaya ini, naik motor ditengah hari tanpa pakai sepatu, cuma beralas kaki-kan sandal tanpa kaus kaki, lewat jalan Kertajaya disaat macet. Wuih ga tanggung2, kaki anda akan serasa dibakar. Panas banget. Tangan juga, tanpa memakai sarung tangan, kulit anda bakal jadi belang dan keliatan jelas bedanya yang kena matahari dan yang ngga. Padahal itu cuma beberapa menit. Teman saya yang dari Jakarta bilang bahwa Surabaya ini panasnya melebihi Jakarta. Saya sendiri yang wong yujo (orang jogja) juga ngga pernah merasakan panas seperti disini.

Ada yang bilang, panasnya Surabaya ini karena tata kota yang kurang bagus. Ada pula yang bilang karena kebanyakan sungai, kotor lagi. Entahlah mana yang bener. Yang jelas, kota ini emang identik dengan yang namanya panas. Ga siang, ga malem. Bahkan, musim hujan yang harusnya udah masuk 2 bulan yang lalu pun kalah “pamor” dengan musim kemarau. Yah memang sudah nasibmu mungkin, cak Suro dan cak Boyo…
đŸ˜€

I'm a wanderer of the seven kingdoms.

Tagged with: ,
Posted in Sekitar Kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome!
Hi! My name is Ridwan. This is my blog, I hope you enjoy it. You can also find me there:



Use Google Chrome
Community




Tugupahlawan - Komunitas Blogger Surabaya

Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang
Archives
Follow Xrismantos on WordPress.com
%d bloggers like this: