Efek Kupu-kupu – Butterfly Effect

Tiap sebab pasti ada akibat. Tapi pernah gak kebayang, suatu sebab kecil mengakibatkan akibat yang besar, dan bahkan sangat amat besar?

“Cerita” diatas bukan mengada-ada, namun benar-benar terbukti. Butterfly effect, atau efek kupu-kupu adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan kejadian ini. “Efek” ini digambarkan sebagai berikut : satu kepakan sayap kupu-kupu di Brazil menyebabkan badai di Texas. Adalah Edward Lorenz, ilmuwan yang secara “tak sengaja” menemukan fenomena ini.

Lorenz bekerja di sebuah lab meteorologi saat dia menyelesaikan 12 persamaan non linear menggunakan komputer untuk meramalkan cuaca. Saat itu ia mencetak hasil perhitungannya dengan pembulatan 3 angka, yaitu dari .506127 menjadi .506 saja. Setelah mencetak dan mengamatinya beberapa kali, ternyata hasil yang didapat dari pembulatan itu sangat mengejutkan. Awalnya kurva hasil perhitungan sebelum dibulatkan dan sesudah bentuknya hampir mirip. Namun semakin lama semakin berbeda dan akhirnya perbedaannya menjadi semakin besar dan sangat besar. Hal ini kemudian dipublikasikan dan digambarkan sebagai sebuah kepakan kupu-kupu di suatu tempat dapat memicu perubahan kecil di atmosfer dan kemudian menyebabkan perubahan aliran badai di tempat lain yang berjauhan.

Fenomena ini juga menggambarkan sebuah sistem yang karena perubahan sangat kecil maka dapat mempengaruhi hasil kinerja keseluruhan. Sistem yang kritikal seperti ini banyak juga ditemui di industri pengembangan software. Pengalaman saya berkecimpung di dunia software development membuat saya kadang merasa miris, bahwa apa yang saya hadapi dan tangani adalah sesuatu yang sangat kritis dan rentan. Sebuah software, kesalahan penanganan data sedikit saja bisa mengacaukan seluruh sistem dan proses bisnis sebuah badan organisasi. Beban yang sangat berat bagi seorang software engineer, namun seringkali nasibnya tersia-sia dan terbuang.

Di kehidupan sehari-hari mungkin pernah kita jumpai fenomena butterfly effect ini tanpa kita sadari. Contoh sederhananya :

Karena naik bus di jam tertentu, dapet bus yang masih kosong dan duduk didepan. Karena duduk di kursi itulah jadi kenal dengan seorang cewek yang kemudian ngobrol2, tukeran nomor hp, dan temenan deket, akhirnya jadi pacar, kemudian dari pacar jadi pendamping hidup. Kedengerannya ekstrim ya? Tapi bisa saja itu terjadi. Dan penyebabnya sepele, hanya karena naik bis di jam x dan dapet bus y. Misal saja jamnya beda dikit dan kursi didepan sudah terisi, maka ngga akan pernah kenal dengan cewek tersebut, dan jalan hidup mereka pun akan sangat amat berbeda😀

Banyak contoh lain butterfly effect di kehidupan kita. Misalnya saja, karena malamnya kebanyakan makan sambel, besok paginya sakit perut dan terlambat berangkat kerja. Karena terlambat itu jadi tidak diikutkan di tim dinas luar kota. Padahal jika seandainya berangkat kesana maka akan mengubah kehidupan orang yang tidak sedikit.

Dan….banyak kejadian lainnya yang tidak kita sadari.

Hmmm….tapi itu semua baru kepakan sayap kupu-kupu. Nah…kalau kepakan sayap rajawali? atau mungkin garuda? Kaya apa ya efeknya? He he he….

I'm a wanderer of the seven kingdoms.

Tagged with: ,
Posted in Sekitar Kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome!
Hi! My name is Ridwan. This is my blog, I hope you enjoy it. You can also find me there:



Use Google Chrome
Community




Tugupahlawan - Komunitas Blogger Surabaya

Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang
Archives
Follow Xrismantos on WordPress.com
%d bloggers like this: