Apa guna maaf jika terus mengulang kesalahan yang sama?

maafMudah buat setiap orang meminta maaf. Cukup dengan 1 kata, “maaf” atau “maafkan aku” atau “maaf ya” seolah semua masalah selesai, beres, sampai disini. Untuk memberi maaf pun sangat mudah. Cukup dengan “ya, saya maafkan” atau kalimat lain yang serupa. Namun, apa esensi dari maaf itu sendiri?

Meminta maaf berarti mengetahui kesalahan yang dilakukan, dan berjanji memperbaikinya atau tidak akan mengulanginya lagi. Ketika kita meminta maaf pada seseorang, maka seharusnya kita telah paham benar apa kesalahan yang telah kita lakukan. Percuma jika minta maaf tanpa tahu kesalahannya. Kata maaf itu hanya seperti sebuah celengan kosong atau kartu ATM tanpa rekening. Terlihat berharga dari luar namun tak ada isinya, dan tentu saja tak ada gunanya.

Tanpa tahu apa kesalahannya, meminta maaf juga tak ada artinya karena tidak ada komitmen dari diri sendiri untuk memperbaiki atau tidak mengulangi kesalahan yang sebenarnya. Sekarang minta maaf, besok, atau bahkan nanti, dilakukan lagi. Orang yang dimintai maaf pun lama-lama akan jenuh dan kepercayaannya terhadap si peminta maaf akan terkikis, dan lama-lama habis. Persis seperti erosi yang melongsorkan dan menumbangkan pepohonan sumber oksigen yang dibutuhkan manusia untuk hidup.

Lalu bagaimana agar tahu kesalahan yang telah membuat orang lain marah, kecewa, atau bahkan tersakiti? Bagaimana agar kata maaf tidak hanya sebuah bejana tanpa sesuatu ditampungnya?

Kita harus sering berinterospeksi. Bercermin diri. Lebih baik merasa rendah hati daripada tinggi hati. Lebih baik merasa diri ini selalu kurang sempurna daripada merasa terlalu sempurna. Dengan begitu jika ada indikasi bahwa kita telah melakukan hal yang tidak benar, maka segeralah melirik pada diri sendiri : Apa yang telah kulakukan? Apa yang salah? Dimana kesalahannya? Siapa yang kena dampaknya? Apa efeknya? Apa yang mereka rasakan terhadap kesalahan yang telah kuperbuat?

Ketika pertanyaan-pertanyaan itu terjawab, tahu persis dimana perbuatan yang salah, dan berjanji, ini yang paling penting, berjanji bahwa tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, barulah pantas kata maaf itu diucapkan.

Sebagai manusia tentu tidak bisa menjamin benar2 telah menghindari kesalahan dan sama sekali tidak melakukannya lagi. Memang sulit, tapi bukan berarti tidak bisa. Yang terpenting adalah, niat, kemauan dan komitmen untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Niscaya, kata maaf akan seberharga kotak metal dengan setumpuk rubi dan berlian didalamnya…

I'm a wanderer of the seven kingdoms.

Tagged with:
Posted in Sekitar Kita
6 comments on “Apa guna maaf jika terus mengulang kesalahan yang sama?
  1. radesya says:

    Memang kak, kadang bagi sebagian orang mudah sekali bilang maaf namun kemudian mengulangi kesalahan yg sama, seharusnya mereka bertanggung jawab atas ucapannya
    btw kalau aku ada salah kakak ingatkan ya… (ku minta maaf kalau ada salah)😀

  2. RenXe says:

    iya ra, tp yg penting kita mau berjanji pada diri sendiri tak akan mengulangi kesalahan yang sama…

    sama2 deh, aku jg minta maaf klo ada salah ^^ *jadi maaf2an deh😀 *

  3. Sepertiny akita sehati dalam hari itu, heeee

  4. Saya nggak akan minta maaf klw nggak ngerasa bersalah, dan kalaupun salah dan minta maaf sebisa mungkin tidak mengulanginya, kalaupun mengulanginya berarti nggak sengaja dan kemungkinan lain, memang begitulah saya, tolong trima saya apa adanay:mrgreen:

  5. rismanto says:

    @ pendarbintang : jangan khawatir, aku selalu akan menerimamu apa adanya. ada matanya, ada hidungnya, ada bibirnya, ada telinga nya.😀

  6. izz purnamasari says:

    Jika semua kesalahan selesai dengan kata maaf,
    Apa masih akan ada orang yang berhati2 dalam menjaga perbuatan,perkataan atau hal yang dapat menyakitkan orang lain?
    Justu orang bakal berpikiran “AH gampang tinggal minta mAAF”

    Sebetul’a kata maaf memang gampang diucapkan, tapi janji dr maaf itu yang susah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome!
Hi! My name is Ridwan. This is my blog, I hope you enjoy it. You can also find me there:



Use Google Chrome
Community




Tugupahlawan - Komunitas Blogger Surabaya

Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang
Archives
Follow Xrismantos on WordPress.com
%d bloggers like this: