Dorong yuk dorong motornya, sampai nyala

3767983_1Bener2 deh…motor pinjaman yang satu ini emang gemar ngerjain. Dimulai dari masalah rantai, barusan ada lagi modus operandinya, mesin susah dihidupin.

Sebenernya ini emang udah kriteria motor kalau terlalu lama mangkrak bakal susah dihidupin. Tapi kali ini keterlaluan. Seharian tadi acara saya jadi gatol alias gagal total (ehm, lebih tepatnya, tertunda. dramatisir aja sih😀 ) gara-gara dikerjain sang motor. Yang setelah mati2an berusaha menghidupkan mesinnya, sampai kaki terasa mau lepas, akhirnya menyerah dan milih nunggu motornya adik yang masih dipake keluar ama empu nya.

Masalah tambah runyam setelah malam harinya, yaitu beberapa jam yang lalu sejak tulisan ini dianyam, sang majikan motor sakti tersebut menelpon kalau motornya harus segera dikembalikan karena mau dipakai saudaranya. Waduh gawat. Mana besok harus pagi2 banget, jam 8, karena mau dipake kuliah oleh sang adiknya majikan. Kebayang pagi2 harus berkeringat lagi dan menyiksa kaki tanpa kepastian, “akankah mesinnya bisa menyala”. Belum lagi jam setengah 8 saya harus menghadiri upacara pernikahan mantan tetangga, dan setelah itu harus segera cabut ke surabaya agar tidak kesiangan nyampe sana.

Akhirnya tadi saya minta tolong adik saya buat bantu “menghidupkan kembali” sang motor mistis. Kebetulan ada teman yang lagi main kerumah, saya ajak juga buat nambah semangat.

Pertama-tama seperti biasa, buka busi, lihat kondisinya. Dengan alat yang serba terbatas –untung masih ada kunci busi– terbukalah sang busi. Dilihat kondisi elektrodanya, kering dan kemerahan, tanda kondisinya masih prima. Dugaannya, bahan bakar tidak terangkat masuk ke ruang bakar. Karena normalnya kalau mesin ga nyala2 meski distarter berkali2, ujung elektroda busi akan basah kuyup oleh bensin hasil pengabutan. Percikan api pun masih normal. Akhirnya tanpa berbuat apa2 busi pun dikembalikan ke tempatnya.

Diputuskanlah untuk mengeluarkan jurus terakhir, yaitu dorongan tenaga manusia setara 1 piring nasi pecel dan lauk ayam kampung goreng. Saya minta adik saya membantu dorong.

Gigi persneling dimasukkan 3, tapi tuas persneling masih setengah diinjak agar saat mendorong awalnya lebih enteng.

Setelah didorong beberapa meter dan kecepatan dirasa cukup, injakan persneling dilepas seluruhnya dan dengan putaran ban belakang, menghasilkan efek yang sama seperti kick starter, bedanya, setara dengan injakan tanpa henti dan jauh lebih bertenaga.

Eh, masih ga mau nyala.

Dicoba lagi, lagi dan lagi, total 3 kali percobaan, nihil. Pada saat sedang proses percobaan ketiga, tiba2 saya sadar bahwa saya memutar grip gas terlalu besar, pantesan mesin ga mau nyala padahal udah “digelontor” kaya gitu. Saya turunkan sedikit grip, dan, abrakadabra……terdengar suara serak basah dari knalpot, tanda mesin sudah dapatkan lagi detak jantungnya.

Kamipun tertawa keras-keras😀

NB : gambar motor hanya ilustrasi belaka. bukan motor yang sesungguhnya😀

I'm a wanderer of the seven kingdoms.

Tagged with: ,
Posted in Catatan Kecil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome!
Hi! My name is Ridwan. This is my blog, I hope you enjoy it. You can also find me there:



Use Google Chrome
Community




Tugupahlawan - Komunitas Blogger Surabaya

Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang
Archives
Follow Xrismantos on WordPress.com
%d bloggers like this: