Susahnya cari tempat yang tenang ditengah kota

peacefull-cafeManusia selalu butuh sebuah relaksasi untuk menyegarkan kembali pikirannya. Ditengah kesibukan dan hingar bingar dunia, setiap orang pasti pernah mengidamkan suatu suasana yang membuat rileks dan tenang. Terkadang suatu keputusan kritis dapat tercipta dengan optimal jika dibahas ditengah suasana yang sepi, jauh dari hiruk pikuk keramaian dan segala sound-effect yang menyertainya : suara kendaraan bermotor, musik keras, teriakan2, dan suara2 lain yang menyebabkab polusi suara.

Namun, apakah dunia ini yang sudah terlalu ramai dan padat, sehingga mencari tempat yang tenang ditengah kota saja susah sekali. Dimana-mana dipenuhi orang-orang dengan kesibukannya sendiri, memenuhi tempat-tempat yang seharusnya damai, sepi, jadi ramai bak pasar pindahan. Hingga tak jarang banyak orang rela membayar mahal hanya untuk mendambakan tempat-tempat tenang tersebut.

Ketika suatu tempat yang tadinya damai mulai banyak didatangi orang, selalu ada saja pihak yang memanfaatkannya untuk semakin meramaikan suasana. Didekat rumah saya ada sebuah kafe dengan fasilitas hotspot. Saat pertama kali buka, kafe itu begitu nyaman, karena masih sepi pengunjung dan suasananya sangat damai. Namun tak berapa lama ketika pengunjung kafe itu semakin bertambah, pelan-pelan hilangah suasana damai itu. Awalnya saya maklum, karena semakin banyak pengunjung tentu saja semakin ramai. Namun masih bisa ditolerir setidaknya masih bisa berbincang2 dengan nyaman. Puncaknya saat sang pengelola kafe memutuskan untuk memasang musik dengan volume yang keras. Mungkin tujuan mereka untuk menghibur pengunjung dan berharap mengundang pengunjung yang lebih banyak. Padahal dengan musik itu, suasana benar-benar jadi tidak nyaman, untuk berbincang2 saja harus teriak2 agar lawan bicara mendengar kata-kata kita. Hilanglah sudah suasana tenang yang saya idamkan. Bagus juga sebenarnya ide memasang musik itu, namun apakah tidak lebih elegan kalau musik yang dipasang yang beraliran slow dengan volume yang sedang asal bisa didengar, dengan tatanan cahaya yang sedikit remang, dan para pengunjung yang tahu diri untuk tidak membuat gaduh, wahh…pasti saya akan betah berlama-lama disitu…

Selain kafe, tak sedikit taman-taman kota yang berubah menjadi tempat keramaian. Banyak pedagang, pengunjung2 yang membuat suasana gaduh, dan sebagainya. Memang, ada beberapa tempat yang menawarkan ketenangan, seperti hotel, villa atau kamar tidur. tempat-tempat itu tidak dipertanyakan lagi memang mutlak untuk harus tenang. Namun terkadang kalau kita harus berbicara dengan seseorang, apalagi berbeda lawan jenis, rasanya kurang etis kalau harus dilakukan ditempat-tempat seperti itu.

Tempat yang tenang semakin mahal harganya. Mungkin juga bisa dijadikan bisnis tersendiri, menyediakan suatu fasilitas dimana seseorang dapat menikmati sebuah ketenangan tanpa takut diusik oleh orang lain ^^

I'm a wanderer of the seven kingdoms.

Tagged with: ,
Posted in Sekitar Kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome!
Hi! My name is Ridwan. This is my blog, I hope you enjoy it. You can also find me there:



Use Google Chrome
Community




Tugupahlawan - Komunitas Blogger Surabaya

Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang
Archives
Follow Xrismantos on WordPress.com
%d bloggers like this: