Dari 400 MHz sampai 3 GHz, Miku tetap setia menemani

Aku termasuk orang yang tak bisa hidup (atau setidaknya susah hidup) tanpa adanya komputer dan internet. Hal ini terimakasih kepada sang ayah yang sudah mengenalkanku komputer sejak jaman tahun2 pertama sekolah dasar dulu. Jaman itu komputer masih pakai OS DOS yang harus di-boot pake disket 3.5 inci. Program, game dan aplikasi pun dijalankan lewat disket juga. Tak berapa lama keluar teknologi disket terbaru yaitu 1.5 inci yang lebih kecil dan kapasitas lebih besar. Namun tak lama muncul lagi harddisk yang memungkinkan program-program berukuran besar disimpan, termasuk OS DOS yang tak perlu lagi di-boot lewat disket.

Setelah kemunculan harddisk, program2 canggih dan semakin kompleks mulai lahir. Aku masih ingat waktu itu ada program bernama Bannermania yang memungkinkan kita membuat banner dengan efek-efek tulisan yang untuk ukuran jaman itu cukup “fantastis” yaitu efek bayangan, efek melengkung, bentuk font yang aneh2, koleksi icon2 yang bentuknya rumit, dan lain-lain yang sekarang dengan program MS.Word pun bisa dengan mudah dibuat. Ada juga satu game yang sangat saya sukai, yaitu balap F1 yang sudah memakai teknologi poligon (pada saat itu game2 3D masih banyak dibuat dengan teknik bitmap saja) Di game itu terdapat setting mobil yang lumayan kompleks. Dan uniknya lagi kita bisa membuat sirkuit kita sendiri. Ya, sirkuit mulai dari rute, belokan-belokan, letak pitstop, tribun penonton, aksesoris macam pohon, papan iklan, gedung2 bertingkat, sampai sungai lengkap dengan kapalnya. Gameplaynya juga lumayan lengkap, kalau ada insiden tabrakan, maka ada pemberitahuan lewat HUD, dan kita pun akan dipandu safety car, berjalan beriringan dibelakangnya. Tampilan kokpit pun meski tidak mirip aslinya namun cukup hebat, dengan spidometer digital dan panel2 yang entah apa gunanya.

Kemudian muncul windows 3.1, operating sistem windows pertama yang sukses di pasaran. Saya mulai mengenal sound blaster, sebuah teknologi sound card 32 bit yang bisa membunyikan suara seperti aslinya, seperti lagu, suara manusia, dan lain-lain. Waktu itu ayah saya membelikan sepasang speaker yang sampai sekarang masih saya pakai dirumah. Sayapun sampai lupa berapa usia speaker itu. Mungkin 15 tahun lebih…

Pada tahun sekitar 1997, ketika saya SMP klas 1, dibelilah sebuah komputer Pentium 2, berkecepatan 400 Mhz dengan RAM sebesar 32 MB dan harddisk 8 Giga Byte yang saat itu tergolong teknologi baru dan hebat (bandingkan dengan komputer sekarang yang kecepatan 1500 Mhz saja masih tergolong lambat. Tak lupa OS terbaru saat itu yaitu Windows 95 yang sudah di”upgrade”, yang lebih dikenal dengan Windows 97. Sayapun terkagum-kagum dengan tampilan dan efek-efek suaranya. Apalagi saat itu terpasang sebuah CDROM Creative yang lengkap dengan remote infra merah yang bisa mengendalikan pointer mouse. Asyiknya lagi, tiap buka-tutup tray ada efek suara yang memberitahu event apa yang terjadi, seperti kata-kata “tray out” ketika tray dibuka, “tray in” ketika tray dimasukkan, sambutan “welcome, thankyou for using creative media cd-rom drive” saat masuk windows, “goodbye, and have a nice day” saat keluar windows, dan lain-lain, termasuk mengenali jenis cd yang dimasukkan, apakah media cd atau mixed cd. Saat itu rasanya hebat sekali. Sampai sekarang saya belum pernah menjumpai paket cdrom yang selengkap itu, mungkin termasuk buang2 resource sehingga tidak diproduksi lagi.

Sekitar kelas 1 SMA, ketika adik saya diterima di sebuah SMP favorit, sebuah komputer Pentium 4 dihadiahkan padanya (wah padahal saya dulu juga ketrima di SMP dan SMA favorit tapi ga pernah dapet hadiah seheboh itu hihihi…yah derita anak sulung..) Sebuah komputer yang telah lama kami impi-impikan (kami : saya dan adik, red) Dengan kekuatan prosesor 1,8 Ghz, RAM 256 MB yang kemudian diupgrade jadi 768 MB, VGA GForce MX 128 MB yang kemudian diupgrade jadi Radeon 9600, dan harddisk 40 GB. Game pertama yang diinstall adalah GTA Vice City, saat itu saya sedang di Jogja dan tak sabar ingin mencobanya sementara adik saya dirumah yang memainkannya pertama kali.

Sampai akhirnya, komputer itupun beranjak renta dan tak berdaya lagi dengan tuntutan game kelas berat terbaru. Ketika adik saya (lagi-lagi) ketrima di SMA favorit (yang tak lain adalah SMA almamater saya dulu) dibelikanlah sebuah komputer super (lagi) dengan spek raja, yaitu Intel Pentium D, dual core dengan kecepatan 3 GHz lebih, RAM DDR2 1 GB, VGA Radeon 1600XT PCIE, dan harrdisk SATA2 80 GB, game seberat apapun bisa dimainkan dengan mulus. Saat itu lagi-lagi saya tidak dirumah, tepatnya di Bandung menjalani kerja praktek kuliah semester 5. Yang bikin kaget, anggaran untuk komputer itu sungguhlah besar, sekitar 6 juta hanya untuk segelondong CPU dan monitor, serta keyboard dan mouse. Speaker pun masih pakai speaker lama yang berumur 15 tahun. Memang si adik sendiri yang “belanja” tanpa panduan saya jadinya asal saja dia belanjakan uang itu. Padahal dengan sedikit mengirit, sisa anggaran bisa dibelikan monitor flat 17 inch. Yah biarkan sajalah…

Waktu tak kenal berhenti, teknologi berjalan lebih cepat darinya, setelah 3 tahun berjaya, si raja pun harus lengser. Dia tak mampu lagi menghandle kemunculan game2 baru yang semakin gila resource. Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Apakah akan hadir raja komputer baru menggantikan kelengseran sang raja? Apakah itu akan terjadi ketika adik saya ketrima di univ favorit? Spek seperti apalagi yang akan dimilikinya? Ataukah semua itu hanya mimpi? Yang jelas sampai sekarang saya masih bermesraan dengan Miku si laptop butut berumur 4 tahun, menginjak 5 tahun sebentar lagi…

I'm a wanderer of the seven kingdoms.

Posted in Teknologi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome!
Hi! My name is Ridwan. This is my blog, I hope you enjoy it. You can also find me there:



Use Google Chrome
Community




Tugupahlawan - Komunitas Blogger Surabaya

Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang
Archives
Follow Xrismantos on WordPress.com
%d bloggers like this: