Asynchronous

Asynchronous berarti sebuah ketidak-sinkron-an antara satu hal dengan hal lain yang seharusnya berjalan berdampingan dan seirama (sinkron). Sesuatu yang seharusnya sinkron, antara lain adalah perkataan dengan perbuatan. Ketidaksinkronan antara 2 hal tersebut membuahkan 1 kata baru yaitu “bohong”

Entah karena terlalu sering dibohongi, dikhianati dan dihadapakan dengan kepura-puraan, aku serasa jadi peka terhadap kebohongan dan kepura-puraan. Bahkan mungkin terlalu peka. Aku jadi terlalu mudah tahu apakah seseorang berbohong atau tidak, hanya dengan mengetahui secuil fakta tentang apa yang dikatakannya dan sedikit sikapnya.

Seringkali aku tidak dapat menahan perasaan ini, perasaan benci karena telah dibohongi, kemudian serta merta aku ungkapkan ketidaksenangan itu dengan satu-dua patah kata yang menusuk. Terkadang aku cukup bisa menahan diri sehingga hanya mengeluarkan kata yang tanpa ujung, tanpa arti, yang membuat penasaran orang yang mendengarnya. Akibat perbuatanku ini, banyak orang yang telah melakukan kebohongan dan kepura-puraan didepanku itu merasa seperti tertusuk ulu hatinya, mereka merasa kebohongan atau kepura-puraannya terungkap.

Mengapa harus berpura-pura? pertanyaan itu yang selalu menghantui setiap kali berhadapan dengan kepalsuan. Apakah manusia selalu hidup dengan kepura-puraan dan kebohongan? Apakah aku yang telah curiga terlalu berlebihan? Namun hampir semua yang kutemukan memang begitulah adanya, satu demi satu kepura-puraan yang aku temukan membuatku merasa sakit tiap kali berhadapan dengan seseorang, yang bagaimana caranya selalu saja mempalsukan dirinya didepanku. Aku tahu benar kapan dia berkata jujur dan berbohong, betapa aku menahan diri untuk tidak memprotesnya, ketika sudah tak tahan lagi, hanya sepatah dua patah kata menusuk itulah yang keluar.

Aku capai dengan semua ini. Aku ingin jadi orang yang lugu, yang tidak tahu apakah sedang dibohongi. Aku sangat benci dengan kebohongan, lebih lagi kepalsuan. Ingin kusangkal tiap perkataan bohong yang mereka lemparkan, namun aku tahu itu tidak sopan dan menyakiti perasaan. Sementara aku hanya bisa bertahan seperti ini…

I'm a wanderer of the seven kingdoms.

Tagged with: ,
Posted in Catatan Kecil
2 comments on “Asynchronous
  1. redesya says:

    Wah, kakak peka juga ya..,sudah sering dibohongi? Padahal kejujuran itu indah.

  2. renxe says:

    Iya..dibohongi dari masalah yg sepele sampai yg rumit. tapi yah…meski jujur itu indah, hidup manusia ga pernah bisa lepas dari kebohongan dan kepalsuan…

    setidaknya klo mau bohong jgn sampe yg dibohongin tahu lah ^^ soalnya sakit banget rasanya klo tau kita sedang dibohongi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome!
Hi! My name is Ridwan. This is my blog, I hope you enjoy it. You can also find me there:



Use Google Chrome
Community




Tugupahlawan - Komunitas Blogger Surabaya

Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang
Archives
Follow Xrismantos on WordPress.com
%d bloggers like this: