WMA versus MP3 experimental benchmark

Hari udah malam…tidak…udah pagi, hampir jam 3 pagi. Tadinya mau istirahat buat meeting besok (baca previous post) tapi tangan rasanya gatal pengen melakukan sesuatu. Akhirnya diadakan test ini, perbandingan head-to-head format audio MP3 dengan WMA pada bitrate yang lumayan “nggak umum” yaitu 80kbps. Perbandingan ini bersifat eksprerimental, artinya baik tool maupun encoder dipakai yang sudah terinstall di komputer saya dan saya yakin cukup umum dipakai, tanpa bermaksud menitikberatkan pada salah satu format. (udah malem bro…eh pagi ding..=P )

Tujuan utamanya untuk membandingkan, dengan bitrate yang sama manakah yang menghasilkan file yang lebih kecil.

Cukup bicaranya yuk kita mulai.
NB : cara membaca file disini adalah, tanda titik berarti koma dalam bahasa Indonesia. 8.821 MB = 8,821 MB.

SOURCE :
untuk meningkatkan akurasi, diambil sampel 3 file semuanya dari album “FictionJunction YUUKA – Circus” yang di-encode pada 320kbps pada format MP3. untuk menetralisir bias yang kemungkinan terjadi pada saat proses encoding, lebih dulu ketiga file ini diconvert ke WAV.
1. circus.wav (50.293 MB)
2. aikoi.wav (48.160 MB)
3. Silly-Go-Round.wav (50.275 MB)

TESTBED :
WMA decoding tool : Jet Audio 7.0.3.3016 Basic
WMA output format : Windows Media Audio 9

MP3 decoding tool : L.A.M.E dropXPd V2.0
MP3 encoding engine : L.A.M.E v3.97 beta 2

TARGET OUTPUT :
80 kbps – Constant Bit Rate
Channel : Stereo

RESULT :
1. circus.mp3 (2.852 MB)
1. circus.wma (2.883 MB)

2. aikoi.mp3 (2.731 MB)
2. aikoi.wma (2.759 MB)

3. Silly-Go-Round.mp3 (2.851 MB)
3. Silly-Go-Round.wma (2.879 MB)

SUMMARY :
dari pengamatan, cukup jelas siapa pemenangnya, format MP3 terbukti memiliki ukuran file yang lebih kecil pada bitrate 80 kbps. selisih keduanya rata-rata 29-28 KB. cukup kecil memang. tapi sesuai tujuan utama benchmark ini, untuk membandingkan ukuran file kedua format pada bitrate yang sama (dan tidak umum dipake, 80 kbps) =P untuk mutu suara, ngga jauh beda.

jika ada yang tidak puas akan hasil test, komentar akan diterima dengan senang hati ^^

I'm a wanderer of the seven kingdoms.

Tagged with:
Posted in Multimedia
2 comments on “WMA versus MP3 experimental benchmark
  1. immoz says:

    decoding ama encoding toolnya untuk kedua format yang beda itu, bukankah akan menghasilkan perbedaan teknik konversinya… errr gimana cara bilangnya, ntar hasilnya beda…

    kalo tool konversinya satu aja bisa gak?

  2. renxe says:

    iya memang idealnya pake tool yang sama. sayangnya waktu diadakan eksprimen ini hanya ada itu aja tool nya. L.A.M.E cuma support encoding ke mp3 dan jet audio ga dukung encoding mp3 karena versi basic (free)

    mungkin kalau nanti ada tool yg bisa dua2nya bisa diadakan test lagi… ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome!
Hi! My name is Ridwan. This is my blog, I hope you enjoy it. You can also find me there:



Use Google Chrome
Community




Tugupahlawan - Komunitas Blogger Surabaya

Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang
Archives
Follow Xrismantos on WordPress.com
%d bloggers like this: