Overclock, Perlukah?

Sekarang kan banyak vendor2 hardware yang sengaja mengeluarkan seri produk mereka yang overclockable. sebenernya ini taktik pasar mereka aja. buat apa mereka ngeluarin hardware yang bisa tahan dioverclock, kenapa ngga langsung ngeluarin produk mereka itu dengan kecepatan maksimum overclock yang “aman”. toh ujung2nya dinaikin segitu2 juga.
dengan embel2 “bisa dioverclock” mereka bisa naikin harga jauh lebih tinggi padahal biaya produksi kemungkinan ngga sampai harus setinggi itu.

Di lain pihak, para “tukang overclock” itu bisa jadi merupakan korban pasar dari vendor2 tersebut. mereka menghambur2kan uang hanya untuk kepuasan melihat angka di monitor mereka yang menampilkan “peningkatan kecepatan” dari hardware yang telah mereka overclock. padahal resiko kalau overclocking mereka gagal dan chip hardware mereka hangus atau bahkan ngga bisa dipakai lagi itu lebih mahal dari yang bisa diperkirakan. di daftar belanja mereka tertulis : heatsink berpendingin air atau heatpipe super besar, fan2 pendingin bermerk yg diklaim low-noise, power supply berkapasitas tinggi, temperature display yg lebih meriah daripada head-unit audio mobil, dan sebagainya. padahal kalau ditotal, duit segitu bisa buat beli 1 unit komputer baru atau buat upgrade komponen yg memang aslinya berspek tinggi🙄

Dan apa yang didapat dari kegiatan overclock ini? sejauh ini aku belum pernah liat komputer hasil overclock yang dipakai untuk kegiatan produktif yang setidaknya bisa “balik modal” barang2 berharga tinggi dengan pemanis “overclock-able” itu (paling banter buat maen game). belum waktu mereka habis buat explorasi mana hardware paling baik yang bisa dioverclock. kecuali buat testbed media2 yg khusus membahas hardware dimana mereka memang harus mengikuti tren pasar jika ingin tetap survive. mereka2 yang pekerjaannya menuntut spek komputer tinggi lebih memilih hardware yang “normally aspirated” yang tahan lama dan bisa diandalkan (bayangin aja pas dipepet deadline tiba2 keluar asap ngepul dari dalem casing karena RAM overclocknya gosong😛 )

Saya sudah kenal komputer dari jaman intel 386, 486, Pentium Pro sampai sekarang Core 2 Duo dan besok2 lagi mungkin Quad Core dan sebagainya… meskipun tuntutan pekerjaan udah ga bisa lepas dari komputer atau kebutuhan multimedia seperti encoding-decoding, image processing, kadang2 juga main game, tapi sampai sekarang belum melihat perlunya melakukan overclock. toh tunggu bentar aja juga bakal keluar hardware dengan spek dan performa lebih tinggi dari yg bisa didapet dari overclocking🙂

I'm a wanderer of the seven kingdoms.

Tagged with:
Posted in Teknologi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome!
Hi! My name is Ridwan. This is my blog, I hope you enjoy it. You can also find me there:



Use Google Chrome
Community




Tugupahlawan - Komunitas Blogger Surabaya

Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang
Archives
Follow Xrismantos on WordPress.com
%d bloggers like this: